Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Penangkapan Presiden Venezuela Ancam Kedaulatan Negara

pengembang game daring wajib patuhi ketentuan uu ite
Sukamta

Jakarta, Sinata.id – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dinamika geopolitik dunia setelah Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dilaporkan ditangkap militer Amerika Serikat.

Ia menilai peristiwa tersebut melampaui persoalan hubungan dua negara dan berpotensi merusak fondasi kedaulatan negara serta sistem hukum internasional.

Advertisement

Menurut Sukamta, penindakan sepihak terhadap pemimpin negara yang sah tanpa melalui prosedur hukum internasional mencerminkan pergeseran arah politik global. Dunia, kata dia, seolah kembali pada logika dominasi kekuatan, bukan supremasi hukum.

“Tindakan semacam ini memperlihatkan kecenderungan berbahaya, di mana kekuatan militer lebih diutamakan daripada mekanisme hukum internasional yang adil,” ujar Sukamta, Selasa (6/1/2026).

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan DI Yogyakarta itu mengingatkan bahwa langkah tersebut bisa menjadi preseden serius. Jika dibiarkan, negara-negara besar lain dapat merasa memiliki legitimasi untuk melakukan hal serupa, dengan dampak luas terhadap stabilitas dunia, khususnya bagi negara berkembang dan kawasan Global South.

Baca Juga  Legislator Soroti Selisih Data WNA dan Pengawasan Tenaga Kerja Asing

“Jika hari ini Venezuela menjadi sasaran, bukan tidak mungkin negara lain akan menyusul. Ini peringatan keras bagi semua bangsa yang menjunjung tinggi nonintervensi dan penyelesaian konflik secara damai,” tegasnya.

Sukamta menekankan pentingnya konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif. Ia mendorong pemerintah agar terus mengedepankan diplomasi serta memperkuat kerja sama multilateral sebagai jalan utama meredakan konflik internasional.

Ia juga menyoroti posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang semakin diuji oleh maraknya tindakan unilateral. Menurutnya, PBB perlu melakukan pembaruan agar tetap berperan efektif sebagai penjaga perdamaian dunia, bukan sekadar arena pernyataan politik tanpa kekuatan penegakan hukum.

“PBB harus mampu berdiri adil dan setara dalam menegakkan hukum internasional, bukan terpinggirkan oleh kepentingan negara-negara kuat,” katanya.

Baca Juga  Thailand Putus Aliran Bahan Bakar dan Senjata ke Kamboja

Dari sisi kepentingan nasional, Sukamta meminta pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah yang berpotensi terdampak serta menyiapkan langkah antisipatif jika situasi keamanan memburuk.

“Keselamatan WNI adalah prioritas. Di saat yang sama, Indonesia harus tetap konsisten menjadi suara moral yang memperjuangkan perdamaian dan keadilan dunia,” ujar Politisi Fraksi PKS tersebut.

Sebagai penutup, Sukamta menegaskan Komisi I DPR RI akan terus mengawasi arah kebijakan luar negeri Indonesia agar tetap berpijak pada konstitusi, prinsip keadilan internasional, dan solidaritas kemanusiaan, serta menolak normalisasi intervensi militer yang mengancam perdamaian global. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini