Info Market CPO
πŸ—“ Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 1K β€’DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Regional

Pemprov Sumut Perkuat Intervensi Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan

pemprov sumut perkuat intervensi stabilitas harga pangan jelang ramadan
Stok pangan di Sumut aman jelang Ramadan- Idul Fitri.

Medan, Sinata.id – Pemprov Sumut menyatakan ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026 berada dalam kondisi stabil.

Kepastian ini didukung oleh stok pangan yang surplus serta berbagai langkah pengendalian melalui Program Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (Jaskop).

Advertisement

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor, menyampaikan bahwa cadangan pangan Sumut saat ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

β€œStok pangan kita sekarang surplus. Menjelang Ramadhan hingga Idulfitri nanti, kita pastikan kondisinya tetap terjaga dan harga bahan pokok bisa stabil, tidak terlalu naik,” kata Timur dalam konferensi pers di Lobi Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (21/1/2026).

Sepanjang 2025, Sumut mencatat produksi beras lebih dari 2,22 juta ton, sementara kebutuhan masyarakat sekitar 1,7 juta ton per tahun.

Baca Juga  Unit Reskrim Polsek Sambas Ringkus Tersangka Curat Dini Hari

Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 501 ribu ton, yang juga menjadikan Sumut sebagai salah satu daerah pemasok beras ke provinsi lain.

Selain beras, sejumlah komoditas pangan strategis lainnya juga berada pada posisi surplus. Produksi cabai merah mencapai sekitar 134 ribu ton, jagung 135 ribu ton, dan cabai rawit 65 ribu ton.

Meski demikian, harga cabai merah masih berpotensi berfluktuasi karena sebagian hasil panen dipasarkan ke daerah lain dengan harga yang lebih tinggi.

β€œUntuk cabai merah terkadang berfluktuasi karena dijual ke provinsi lain, sehingga kami melakukan intervensi saat panen agar stok dan harga tetap terkendali,” ujarnya.

Pemprov Sumut juga memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan kawasan unggulan. Sentra produksi padi dikembangkan di sejumlah kabupaten/kota, antara lain Deliserdang, Serdangbedagai, dan Asahan.

Sementara itu, kawasan unggulan cabai merah difokuskan di Kabupaten Karo dan Batubara.

Baca Juga  Wali Kota Medan Santuni Keluarga Pegawai Non ASN yang Gugur dalam Tugas

Intervensi dilakukan melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, pupuk, serta benih untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Di sisi lain, Pemprov Sumut melakukan pemulihan lahan pertanian pascabencana. Data menunjukkan sekitar 31.123 hektare lahan pertanian terdampak bencana, dengan lebih dari 22 ribu hektare mengalami kerusakan ringan, sekitar 4.500 hektare rusak sedang, dan 4.560 hektare rusak berat.

Di Kecamatan Tukka, wilayah Sibolga, seluas 94 hektare lahan yang rusak telah ditangani melalui penanaman kembali dan bantuan benih.

Pemulihan di daerah lain dilakukan secara kolaboratif antara Kementerian Pertanian, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Sumut, Dikky Anugrah, menjelaskan bahwa melalui program Jaskop sepanjang 2025, Pemprov Sumut telah membangun 10 unit Solar Dryer Dome (SDD) dan 10 unit gudang penyimpanan di dua sentra produksi cabai terbesar, yakni Kabupaten Batubara dan Karo.

Baca Juga  Terjebak di Arus Deras, 3 Mahasiswa di Tapteng Berhasil Selamat

Fasilitas tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi pascapanen dan menjaga stabilitas pasokan cabai.

Setiap unit SDD memiliki kapasitas hingga 2 ton cabai merah yang dikelola kelompok tani penerima manfaat.

Keberadaan fasilitas ini disebut mampu menekan kehilangan pascapanen hingga 20 persen dan meningkatkan pendapatan petani sekitar 22 persen.

Untuk menekan gejolak inflasi, Pemprov Sumut melalui badan usaha milik daerah juga melakukan pembelian dan penyaluran 50 ton cabai merah dari Jawa Timur dan Jawa Tengah pada 2025.

Langkah ini dilakukan saat harga cabai merah sempat melonjak hingga di atas Rp100 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional.

β€œUpaya tersebut efektif menstabilkan harga, didukung operasi pasar murah dan pasar murah bergerak, sehingga pada November 2025 inflasi Sumut turun menjadi 3,96 persen,” kata Dikky. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini