Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
News

Pemerintah “Ultimatum” Destinasi Wisata: Libur Lebaran 2026 Harus Bersih dari Pungli dan Getok Harga

pemerintah “ultimatum” destinasi wisata: libur lebaran 2026 harus bersih dari pungli dan getok harga
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id – Pemerintah memberi peringatan keras kepada pengelola destinasi wisata di seluruh Indonesia menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026. Praktik pungutan liar (pungli) dan kenaikan harga tak wajar yang selama ini kerap muncul saat musim liburan diminta dihentikan total.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa momentum lonjakan wisatawan tidak boleh dijadikan kesempatan untuk meraup keuntungan secara tidak fair. Menurutnya, destinasi wisata harus memberikan rasa aman, nyaman, dan transparan bagi para pengunjung.

Advertisement

“Tidak boleh ada juga kenaikan tarif yang berlebihan. Hal ini harus dipastikan agar masyarakat dan wisatawan benar-benar merasa aman dan nyaman saat berkunjung,” tegas Ni Luh Puspa, dikutip Senin (16/3/2026).

Baca Juga  Mengapa Aroma Wangi Bisa Menghidupkan Kembali Kenangan Lama?

Peringatan tersebut muncul karena pemerintah memperkirakan gelombang pergerakan wisatawan domestik pada musim libur kali ini bisa mencapai sekitar 144 juta orang. Lonjakan besar ini dinilai berpotensi memicu kembali praktik pungli di berbagai destinasi wisata populer.

Sejumlah kawasan pantai di Provinsi Banten, seperti Anyer, Carita, Sawarna, hingga Tanjung Lesung, diprediksi menjadi magnet wisata utama. Pemerintah daerah bahkan menargetkan sekitar 2 juta wisatawan akan memadati wilayah tersebut selama periode liburan.

Lonjakan ini membuat pemerintah pusat turun langsung mengecek kesiapan destinasi, termasuk sistem tiket, tarif parkir, harga makanan, hingga fasilitas keselamatan bagi wisatawan.

Kementerian Pariwisata mengakui praktik pungli masih menjadi keluhan yang kerap muncul di berbagai tempat wisata, terutama saat musim liburan.

Baca Juga  Skandal Pungli Oknum Satpol PP Siantar Diungkap Pedagang

Praktik seperti ini dinilai tidak hanya merugikan wisatawan, tetapi juga merusak citra pariwisata Indonesia secara keseluruhan.

Karena itu, pemerintah meminta pengelola destinasi, pedagang, hingga penyedia jasa wisata untuk menampilkan daftar harga secara terbuka dan transparan.

Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan sistem pengawasan di berbagai titik wisata.

Di Provinsi Banten misalnya, otoritas setempat telah menyiapkan 49 titik pemantauan yang bertugas memantau kondisi destinasi wisata setiap hari. Pengawasan ini mencakup kondisi cuaca, jumlah pengunjung, hingga potensi masalah di lapangan.

Pemerintah daerah juga telah mengeluarkan surat edaran yang meminta seluruh pengelola destinasi menjaga keamanan, kebersihan, serta kenyamanan kawasan wisata selama musim liburan.

Baca Juga  Sialnya Juladi Siagian dan Imelda Tobing, Diusir Warga Sekampung Karena Dituding Kerap Bikin Resah

Selain persoalan pungli, pemerintah juga menyoroti aspek keselamatan wisatawan, terutama di kawasan pantai yang diperkirakan akan dipadati pengunjung.

Wamenpar menekankan bahwa seluruh fasilitas pendukung, mulai dari sarana penyelamatan di laut, personel penjaga pantai, hingga sistem pengelolaan pengunjung, harus disiapkan dengan maksimal.

“Kami ingin memastikan seluruh aspek dipersiapkan dengan baik dan mendapat perhatian ekstra. Mudah-mudahan liburan kali ini dapat berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi wisatawan,” ujar Ni Luh Puspa. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini