Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Pelajaran Kepemimpinan Rohani dari Kisah Yosua dan Generasi Penerus

makna hidup dipimpin roh kudus
Ps Dion Panomban

Oleh: PS Dion Panomban

Pembacaan Alkitab dalam Saat Teduh Abba Home Family pada Kamis 5 Maret 2026, mengangkat bagian dari Kitab Hakim-hakim 2:7-13. Nas ini mencatat peralihan generasi setelah kepemimpinan Yosua berakhir dan munculnya angkatan baru yang tidak lagi mengenal Tuhan maupun perbuatan-Nya.

Advertisement

pelajaran kepemimpinan rohani dari kisah yosua dan generasi penerus

Teks tersebut menjelaskan bahwa selama Yosua dan para tua-tua yang menyaksikan langsung karya Tuhan masih hidup, bangsa Israel tetap beribadah kepada TUHAN. Namun setelah generasi itu berlalu, muncul generasi baru yang tidak mengenal Tuhan dan kemudian berbalik menyembah Baal serta Asytoret.

Baca Juga: Dunia Kehilangan Sosok Bapa, Ini Seruan Pertobatan di Akhir Zaman

Berikut rangkuman hasil perenungan berdasarkan pertanyaan yang diajukan:

1. Mengapa bangkit angkatan yang jahat setelah Yosua mati? (Ayat 10)

Baca Juga  Rahasia Pohon Kehidupan: Hanya Bagi Yang Menang Dalam Peperangan Rohani

Ayat 10 menyebutkan bahwa generasi berikutnya “tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel.” Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan pewarisan iman. Pengetahuan tentang karya Tuhan tidak tertanam kuat dalam generasi penerus, sehingga ketika kepemimpinan Yosua berakhir, fondasi rohani mereka tidak cukup kokoh untuk bertahan.

2. Di mana letak masalah dalam situasi tersebut? (Ayat 7-12)

Masalah utama terlihat pada transisi kepemimpinan dan pewarisan nilai iman. Selama para pemimpin rohani yang menyaksikan mukjizat Tuhan masih hidup, bangsa itu setia. Namun tidak terdapat catatan tentang kesinambungan pengajaran yang efektif kepada generasi berikutnya. Akibatnya, generasi baru lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar dan praktik penyembahan bangsa-bangsa lain.

Baca Juga  Bangkitlah Pekerja Tuaian! Jiwa-Jiwa Menanti Gembala Sejati

3. Mengapa generasi di bawah Yosua meninggalkan Tuhan? (Ayat 12)

Ayat 12 menyatakan bahwa mereka meninggalkan Tuhan dan mengikuti allah lain dari bangsa-bangsa di sekeliling mereka. Faktor lingkungan sosial dan budaya yang kuat menjadi salah satu penyebab. Tanpa pengalaman pribadi dan pemahaman mendalam tentang karya Tuhan, generasi tersebut lebih mudah mengikuti arus mayoritas.

4. Apa yang menyakiti hati Tuhan? (Ayat 12-13)

Tindakan meninggalkan Tuhan dan beribadah kepada Baal dan Asytoret disebut sebagai perbuatan yang menyakiti hati Tuhan. Penyembahan berhala dan ketidaksetiaan terhadap perjanjian menjadi inti pelanggaran yang dicatat dalam teks tersebut.

5. Pendapat tentang kisah Yosua dan generasi setelahnya (Ayat 7-13)

Baca Juga  Menjadi Seperti Kristus: Digembalakan untuk Melayani Sesama

Perikop ini memperlihatkan pentingnya kesinambungan pembinaan rohani antar generasi. Kepemimpinan Yosua membawa bangsa Israel hidup dalam ketaatan, tetapi keberlanjutan iman tidak otomatis terjadi tanpa pengajaran dan teladan yang konsisten. Narasi ini menjadi catatan historis tentang dampak ketika pewarisan nilai iman tidak berjalan efektif.

Bagi komunitas rohani masa kini, bagian ini sering dipahami sebagai pengingat akan pentingnya membangun generasi yang mengenal Tuhan secara pribadi, bukan hanya melalui pengalaman generasi sebelumnya.

Perubahan zaman tidak dapat dihindari, tetapi pewarisan nilai iman dapat diupayakan. Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pengenalan akan Tuhan tidak berhenti pada satu angkatan, melainkan diteruskan secara sadar, terarah, dan berkelanjutan. (A27)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini