Info Market CPO
πŸ—“ Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K Β· LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

PBB: 2025 Tahun Tergelap bagi Warga Sipil

pbb: 2025 tahun tergelap bagi warga sipil
Ukraina

Sinata.id – Misi Pengawas Hak Asasi Manusia (HAM) PBB (HRMMU) rilis peristiwa paling mematikan warga sipil di Ukraina sepanjang tahun 2025. Lembaga besutan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) itu, Rabu (14/1/2026) melaporkan, lebih dari 2.500 warga sipil tewas di Ukraina.

Dalam beberapa bulan terakhir, konflik bersenjata di Ukraina terus memakan korban dari kalangan nonmiliter. Serangan yang dilancarkan Rusia dilaporkan tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga berdampak luas pada fasilitas sipil, termasuk kawasan permukiman dan infrastruktur publik di berbagai kota.

Advertisement

Situasi keamanan yang memburuk itu mendorong Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, untuk menyiapkan perpanjangan status darurat militer. Pada saat yang sama, pemerintah Ukraina juga menegaskan sikapnya untuk melanjutkan operasi militer hingga ke wilayah Rusia.

Baca Juga  Jumlah Penduduk Jepang Berusia 100 Tahun Tembus 92 Ribu

Menurut laporan Misi Pengawas HAM PBB (HRMMU), sebanyak 97 persen korban sipil tercatat berada di wilayah yang berada di bawah kendali pemerintah Ukraina. Sepanjang 2025, tercatat 2.514 warga sipil meninggal dunia, sementara 12.142 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Rusia.

Data tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seperti dilaporkan Ukrinform, angka kematian warga sipil pada 2025 melampaui catatan 2024 yang mencapai 2.088 korban jiwa, bahkan jauh di atas tahun 2023 dengan 1.974 korban.

HRMMU juga mencatat serangan paling mematikan terjadi pada 31 Juli 2025, ketika Rusia meluncurkan serangan jarak jauh ke Kiev. Insiden tersebut menewaskan 32 warga sipil, termasuk lima anak-anak, serta melukai sedikitnya 170 orang.

Baca Juga  Badai Musim Dingin Lumpuhkan AS, Listrik Padam-Ribuan Penerbangan Dibatalkan

Mengutip laporan United24, HRMMU memperingatkan bahwa fokus Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina berisiko memicu krisis energi berkepanjangan. Serangan terhadap pembangkit dan jaringan listrik dikhawatirkan menyebabkan pemadaman luas yang berdampak langsung pada kehidupan warga.

β€œSerangan jarak jauh yang menyasar infrastruktur energi Ukraina membuat dampak perang terasa hingga jauh dari garis depan dan menempatkan warga sipil dalam risiko serius,” demikian pernyataan HRMMU.

Pemerintah Rusia menolak tudingan tersebut. Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasilii Nebendzia, menyatakan bahwa negaranya tidak menargetkan warga sipil. Ia mengeklaim korban jiwa terjadi akibat serpihan dan ledakan dari sistem pertahanan udara Ukraina, seperti dikutip Politico.

Sementara itu, pertempuran di wilayah timur dan selatan Ukraina terus berlanjut. Upaya Rusia merebut wilayah baru sepanjang 2025 disebut memperparah krisis kemanusiaan, meningkatkan jumlah korban sipil, serta mendorong gelombang pengungsian dalam skala besar. (A18)

Baca Juga  Giliran Ronald Dela Rosa Diburu ICC, Setelah Duterte Ditahan di Belanda

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini