Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

Giliran Ronald Dela Rosa Diburu ICC, Setelah Duterte Ditahan di Belanda

icc mengeluarkan perintah penangkapan terhadap senator filipina ronald dela rosa, tokoh utama di balik perang narkoba era rodrigo duterte.
Ronald Dela Rosa. (Ist)

Sinata.id – Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Senator Ronald “Bato” Dela Rosa. Nama ini bukan sembarangan, ia adalah sosok kunci di balik perang berdarah melawan narkoba yang digagas mantan Presiden Rodrigo Duterte.

Kabar mengejutkan ini pertama kali dikonfirmasi langsung oleh Ombudsman Filipina, Jesus Crispin Remulla, dalam wawancara dengan stasiun radio DZRH, Sabtu (8/11/2025).

Advertisement

“ICC telah mengeluarkan surat perintah terhadap Senator Dela Rosa. Ini termasuk dalam pelanggaran yang dapat diekstradisi,” ujarnya.

Remulla, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kehakiman sebelum dilantik menjadi Ombudsman pada Oktober lalu, menegaskan bahwa ICC perlu mengajukan permintaan resmi kepada pemerintah Filipina untuk melakukan ekstradisi terhadap Dela Rosa.

Baca Juga  Bukan Salah DJ, 2 THM di Medan Ditutup Karena Sering "Viral"

Baca Juga: Setelah 14 Tahun Menanti, Timor Leste Akhirnya Resmi Masuk ASEAN

Sosok di Balik Perang Narkoba

Ronald Dela Rosa bukan nama asing dalam sejarah kelam perang narkoba Filipina.

Sebagai Kepala Kepolisian Nasional (PNP) pada periode 2016–2018, ia menjadi tangan kanan Duterte dalam operasi besar-besaran yang diklaim menewaskan ribuan orang.

Kampanye ini sempat menuai pujian dari sebagian masyarakat karena dinilai tegas terhadap bandar narkoba, namun di sisi lain menuai kritik tajam dari komunitas internasional karena dianggap mengabaikan prinsip hak asasi manusia.

Setelah purna tugas di kepolisian, Dela Rosa melangkah ke dunia politik dan sukses duduk di Senat Filipina.

Bahkan pada pemilu Mei lalu, ia kembali terpilih dan menempati posisi ketiga dari 12 kursi senat yang diperebutkan.

Baca Juga  Proyek Kubah Emas "Golden Dome" Amerika Serikat Bikin Rudal Hipersonik Lumpuh Total

Duterte Sudah Ditahan di Belanda

Sementara itu, Rodrigo Duterte sendiri telah lebih dulu ditahan di Belanda sejak Maret lalu.

Mantan presiden yang dikenal dengan retorika keras itu kini menunggu persidangan atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kasus tersebut mencakup dugaan pembunuhan di luar hukum yang dilakukan selama masa pemerintahannya.

Hingga berita ini diturunkan, Dela Rosa belum memberikan pernyataan resmi.

Namun, publik Filipina kembali dihadapkan pada babak baru drama politik dan hukum yang bisa mengguncang stabilitas pemerintahan negeri itu.

Sebelumnya, pada April lalu, hanya sebulan setelah penangkapan Duterte, Dela Rosa mengonfirmasi bahwa dirinya sudah menerima komunikasi dari ICC terkait dugaan keterlibatan dalam eksekusi di luar hukum terhadap pengguna narkoba dan beberapa individu lainnya. [a46]

Baca Juga  Polres Sibolga Ringkus Empat Tersangka di Dua Lokasi

penulis: zainal efendi
sumber: bloomberg

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini