Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Pariwisata Topang Pertumbuhan Ekonomi Nasional Triwulan I 2026

sektor pariwisata kembali memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan i 2026.
Ilustrasi (ft: dok kemenpar)

Jakarta, Sinata.id – Sektor pariwisata kembali memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan I 2026.

Kenaikan jumlah wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara menjadi salah satu pendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Advertisement

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan capaian sektor pariwisata pada Maret 2026 menunjukkan ketahanan industri pariwisata Indonesia di tengah dinamika global.

“Secara keseluruhan, pencapaian sektor pariwisata pada bulan Maret 2026 merupakan prestasi yang membanggakan dan membuktikan resiliensi pariwisata Indonesia,” ujar Widiyanti saat menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan. Angka itu naik 10,50 persen dibanding Maret 2025 yang tercatat 984.769 kunjungan.

Secara kumulatif, kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari–Maret 2026 juga meningkat 8,62 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah situasi geopolitik global, pemerintah menerapkan strategi adaptif untuk menjaga tren kunjungan wisatawan asing. Hasilnya, wisatawan asal Oseania tumbuh 19,32 persen, Asia Tenggara 18,84 persen, dan kawasan Asia lainnya 8,03 persen secara tahunan.

Baca Juga  QRIS Tembus China, Transaksi Lintas Negara Makin Praktis Tanpa Tunai

Tak hanya jumlah kunjungan, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara juga meningkat. BPS mencatat Average Spending per Arrival (ASPA) Triwulan I 2026 mencapai 1.345,61 dolar AS atau sekitar Rp22,87 juta per kunjungan.

Nilai tersebut meningkat 5,36 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Widiyanti menegaskan Kementerian Pariwisata akan terus mengembangkan produk dan paket wisata berkualitas agar memberi dampak ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Dari sektor wisatawan nusantara, tercatat 126,34 juta perjalanan selama Maret 2026. Jumlah itu naik 42,10 persen dibanding Maret 2025.

Peningkatan tersebut dipicu momentum libur Nyepi dan Idul Fitri, serta meningkatnya konsumsi masyarakat.
Secara kumulatif, perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari–Maret 2026 mencapai 319,51 juta perjalanan atau tumbuh 13,14 persen.

Sementara itu, perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri pada Maret 2026 tercatat sebanyak 793.158 perjalanan. Angka tersebut naik 36,26 persen dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga  Alumni Lemhannas Diingatkan Pentingnya Gagasan Strategis untuk Indonesia

Meski begitu, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia masih lebih tinggi dibanding wisatawan nasional yang bepergian ke luar negeri.
Pada Maret 2026 tercatat surplus 0,30 juta kunjungan. Sedangkan sepanjang Januari–Maret 2026, surplus mencapai 0,94 juta kunjungan.

Kondisi tersebut dinilai mendukung capaian devisa pariwisata nasional.
Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan.

Dalam pertumbuhan tersebut, sektor pariwisata diperkirakan memberi kontribusi sebesar 4,01 hingga 5 persen.
Kontribusi itu ditopang sejumlah sektor usaha terkait pariwisata. Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14 persen dengan kontribusi Rp172,7 triliun.

Sektor jasa lainnya tumbuh 9,91 persen dengan kontribusi Rp136,4 triliun. Sementara transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen dengan kontribusi Rp378,3 triliun.
Kementerian Pariwisata juga terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga sepanjang April 2026.

Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam penyusunan 483 skema okupasi nasional di 34 bidang pariwisata.

Baca Juga  Prabowo Terbang ke Rusia, Bahas Ketersediaan Minyak dengan Putin

Pemerintah juga menjalankan program peningkatan keselamatan wisata melalui pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata, termasuk wisata bahari di Labuan Bajo.

Selain itu, pengembangan wisata gastronomi, marine, wellness, wastra, serta art and design terus didorong untuk menarik wisatawan berdaya beli tinggi.

Melalui program Event by Indonesia dan Karisma Event Nusantara (KEN), hingga 6 Mei 2026 tercatat 13 event digelar di 11 provinsi.

Dari 10 event yang telah dikaji, kegiatan tersebut menarik 752,30 ribu pengunjung dengan transaksi ekonomi mencapai Rp74,25 miliar.

Kegiatan itu juga melibatkan 3.760 UMKM, 6.950 pekerja seni, dan membuka lapangan kerja bagi 3.260 tenaga kerja.

“Pencapaian Triwulan I mencerminkan kuatnya industri pariwisata dan kepercayaan global terhadap destinasi pariwisata Indonesia, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Widiyanti. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini