Malang, Sinata.id — Sebuah video yang memperlihatkan seorang kakek penjual nasi goreng meracik dagangannya dengan bantuan alat mekanis memicu respons luas di jagat media sosial. Aksi kreatifnya itu kini viral di berbagai platform, menjadi sorotan netizen karena menunjukkan semangat kerja yang tak mudah pudar meskipun dihadang keterbatasan fisik.
Rekaman yang diunggah akun Instagram @lempardadu.id pada Rabu (25/2/2026) menampilkan sosok pedagang lansia yang tetap aktif berjualan di wilayah Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur meskipun tangannya mengalami cedera serius. Dalam klip tersebut, terlihat alat bantu rakitan yang bekerja seperti robot untuk mengaduk nasi goreng secara otomatis, sehingga sang penjual tidak perlu mengangkat wajan secara manual.
“Nasi goreng ini beda, diracik pakai robot hasil semangat yang tidak pernah padam,” demikian deskripsi yang menyertai unggahan tersebut, yang langsung menarik ribuan perhatian warganet. Alat yang digunakan bukan teknologi pabrikan, melainkan mesin sederhana hasil kreasi sendiri yang dirancang khusus untuk membantu proses memasak.
Baca Juga: AS Tekan Isu Rudal Iran Jelang Perundingan Baru di Jenewa
Dalam video itu, sang kakek tampak menjelaskan kepada pengguna media sosial bagaimana alat yang dipakainya bekerja. “Ini mesinnya bikin sendiri,” ujarnya dengan ramah sambil memperlihatkan wajan yang berputar otomatis selama proses pengadukan berlangsung.
Latar belakang penggunaan robot pengaduk ini bukan sekadar inovasi, melainkan kebutuhan riil: sang pedagang pernah mengalami patah tulang pada salah satu tangannya akibat kecelakaan, sehingga ia kesulitan melakukan pengolahan makanan secara konvensional. Meski demikian, ia tetap gigih menjalankan usaha dagangnya demi menjaga penghidupan sehari-hari.
Fenomena “Nasi Goreng Robot” kemudian mengundang pujian dan dukungan dari warganet. Banyak komentar yang menyanjung kreativitas dan keteguhan hati sang kakek, menilai bahwa inovasi sederhana itu justru mencerminkan semangat pantang menyerah yang layak diacungi jempol.
Kisah viral ini tidak hanya menarik karena keunikannya, tetapi juga menyentuh banyak pihak sebagai gambaran nyata bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk terus berkarya dan bertahan di tengah persaingan usaha kecil. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini