Wembanyama Bersinar, Spurs Tetap Tumbang
Di kubu Spurs, Victor Wembanyama tampil jauh lebih baik dibandingkan penampilannya pada Game 1.
Pebasket asal Prancis berusia 21 tahun itu mencetak 29 poin dari 11 tembakan masuk dalam 21 percobaan selama 40 menit bermain. Ia menjadi pencetak angka terbanyak dalam pertandingan tersebut.
Wembanyama hampir membawa Spurs memaksakan perpanjangan waktu. Namun, tembakan terakhirnya dari area elbow pada detik-detik penutup hanya membentur ring.
Selain itu, turnover yang terjadi pada momen penting turut menjadi faktor yang menggagalkan peluang Spurs menyamakan kedudukan seri.
Cadangan Knicks Beri Dampak Besar
Kontribusi pemain cadangan juga menjadi salah satu faktor penting kemenangan Knicks. Landry Shamet dan Miles McBride mencetak beberapa poin krusial pada kuarter keempat untuk menjaga momentum tim saat Spurs mulai bangkit.
Performa solid para pemain pelapis membuat Knicks mampu mempertahankan keunggulan ketika tekanan dari tuan rumah semakin meningkat.
Knicks Semakin Dekat ke Gelar Juara
Kemenangan ini menempatkan Knicks dalam posisi yang sangat menguntungkan. Mereka menjadi tim pertama sejak Houston Rockets pada Final NBA 1995 yang mampu membuka final dengan dua kemenangan beruntun di kandang lawan.
Kini, seri akan bergeser ke Madison Square Garden untuk Game 3 yang dijadwalkan berlangsung Senin waktu setempat.
Sebagai juara Wilayah Timur, Knicks sedang memburu gelar NBA ketiga dalam sejarah franchise sekaligus yang pertama dalam lebih dari lima dekade. Di sisi lain, Spurs harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang meraih gelar keenam mereka sejak terakhir kali menjadi juara pada 2014. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini