Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Sains & Teknologi

NASA Temukan Senyawa Organik Baru di Mars, Perkuat Dugaan Planet Pernah Layak Huni

nasa temukan senyawa organik baru di mars, perkuat dugaan planet pernah layak huni
Ilustrasi Planet Mars. (esa)

Washington, Sinata.id – Penelitian terbaru yang dilakukan oleh wahana penjelajah NASA Curiosity Rover mengungkap penemuan sejumlah senyawa organik baru di permukaan Mars.

Temuan ini memperkuat upaya ilmiah untuk memahami apakah Planet Merah pernah memiliki kondisi yang mendukung kehidupan.

Advertisement

Dalam studi yang dipublikasikan di Nature Communications, para peneliti melaporkan bahwa lima dari tujuh senyawa organik berbeda yang terdeteksi pada batuan Mars belum pernah ditemukan sebelumnya di planet tersebut. Batuan itu berasal dari dasar danau purba di dekat garis khatulistiwa Mars.

Senyawa organik merupakan molekul berbasis karbon yang menjadi komponen utama kehidupan di Bumi. Hingga saat ini, puluhan senyawa organik telah diidentifikasi di Mars, meskipun para ilmuwan menegaskan bahwa seluruh senyawa tersebut juga dapat terbentuk melalui proses non-biologis.

Mars Pernah Lebih Hangat dan Basah

Mars diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, hampir bersamaan dengan Bumi. Pada masa awal sejarahnya, planet ini diduga memiliki kondisi yang lebih hangat dan basah dibandingkan saat ini yang dingin dan kering.

Baca Juga  Prototype Muncul di Poppy Playtime Chapter 5, Ini Fitur dan Musuh Barunya

Sampel batuan yang dianalisis diperkirakan berusia setidaknya 3,5 miliar tahun, berasal dari sedimen yang terbentuk akibat aliran air purba. Kondisi tersebut dinilai sebagai lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba.

Astrobiolog Amy Williams dari University of Florida, yang juga menjadi penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa temuan tersebut memperkuat indikasi bahwa Mars pernah menjadi planet yang layak huni.

“Kami belum dapat menyimpulkan bahwa Mars pernah memiliki kehidupan, tetapi temuan ini semakin memperkuat bukti bahwa Mars adalah dunia yang layak huni pada masa ketika kehidupan di Bumi mulai muncul,” ujarnya.

Eksperimen Canggih di Permukaan Mars

Penelitian ini dilakukan menggunakan instrumen Sample Analysis at Mars yang berada di dalam Curiosity Rover. Sampel batuan diambil dari area “Mary Anning” di Kawah Gale, wilayah yang dikenal memiliki mineral lempung kaya jejak air purba.

Baca Juga  Tak Hanya di Bumi, Aurora Ternyata Ada di Ganymede! Ini Penjelasan Ilmuwan

Batuan tersebut diproses menggunakan reaksi kimia untuk memecah material organik kompleks menjadi bagian yang lebih kecil sehingga dapat dianalisis oleh instrumen rover. Salah satu metode yang digunakan adalah bahan kimia tetramethylammonium hydroxide (TMAH), yang membantu mengurai molekul kompleks.

Hasilnya menunjukkan adanya molekul organik kompleks (macromolecular carbon) yang tetap bertahan meski terpapar radiasi keras di permukaan Mars. Selain itu, ditemukan pula lebih dari 20 molekul organik, termasuk beberapa yang sebelumnya belum pernah terdeteksi di planet tersebut.

Salah satu temuan penting adalah senyawa benzothiophene, yang diduga berasal dari medium antarbintang dan kemungkinan dibawa oleh meteorit. Selain itu, ilmuwan juga menemukan molekul pembawa nitrogen yang mirip dengan indole, yang merupakan bagian dari prekursor pembentuk DNA.

Potensi Kehidupan Masa Lalu Masih Diteliti

Para ilmuwan menegaskan bahwa penemuan ini belum dapat dijadikan bukti adanya kehidupan di Mars. Senyawa organik tersebut masih bisa berasal dari proses geologis alami, meteorit, atau mekanisme non-biologis lainnya.

Baca Juga  Golongan Darah B Berisiko Diabetes Tipe 2, Ini Fakta Penelitian Terbaru

“Jika ada materi organik kompleks dari kehidupan yang pernah ada di Mars, instrumen rover saat ini dan yang akan datang seharusnya mampu mendeteksinya,” kata Williams.

Langkah Menuju Pemahaman Kehidupan di Mars

Curiosity Rover yang mendarat di Kawah Gale pada 2012 terus menjadi bagian penting dari misi NASA dalam meneliti kelayakan huni Mars. Sebelumnya, NASA Perseverance Rover juga menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan proses kimia yang mungkin melibatkan mikroorganisme purba.

Penemuan terbaru ini semakin memperkuat hipotesis bahwa Mars pada masa lalu memiliki unsur-unsur penting bagi kehidupan, meskipun bukti langsung keberadaan makhluk hidup masih belum ditemukan.

Para ilmuwan berharap misi eksplorasi berikutnya dapat membawa sampel batuan Mars kembali ke Bumi untuk dianalisis lebih mendalam, guna menjawab salah satu pertanyaan terbesar dalam ilmu pengetahuan: apakah manusia sendirian di alam semesta. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini