Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Sains & Teknologi

Golongan Darah B Berisiko Diabetes Tipe 2, Ini Fakta Penelitian Terbaru

golongan darah b berisiko diabetes tipe 2, ini fakta penelitian terbaru
Ilustrasi golongan darah. (honestdoc)

Pematangsiantar, Sinata.id – Individu dengan golongan darah B disarankan lebih waspada terhadap risiko Diabetes Tipe 2.

Hal ini merujuk pada penelitian terbaru yang menunjukkan adanya keterkaitan antara golongan darah B dengan peningkatan risiko penyakit tersebut.

Advertisement

Studi yang dipublikasikan dalam BMC Medicine pada 2024 mengungkapkan bahwa individu dengan golongan darah B, baik positif maupun negatif, memiliki risiko sekitar 28 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan mereka dengan golongan darah non-B.

Meski peningkatan risiko tersebut tergolong moderat, para peneliti menilai temuan ini tetap signifikan, terutama jika disertai faktor lain seperti pola makan tidak sehat dan gaya hidup kurang aktif.

Hasil Analisis Ratusan Penelitian

Penelitian ini merupakan tinjauan menyeluruh terhadap 51 studi sistematis dengan meta-analisis yang mencakup sekitar 270 hubungan antara golongan darah dan berbagai penyakit.

Baca Juga  Samsung Galaxy A57 5G Resmi Hadir di Indonesia: Spesifikasi, Fitur, dan Harga

Tim peneliti yang dipimpin oleh epidemiolog Fang-Hua Liu dari Rumah Sakit Shengjing, Universitas Kedokteran China, menyatakan bahwa dari seluruh hubungan yang dianalisis, hanya satu yang memiliki bukti kuat, yaitu kaitan antara golongan darah B dan diabetes tipe 2.

“Kami menghitung ulang setiap hubungan dan hanya menemukan satu bukti meyakinkan,” ujar Liu.

Penjelasan Sistem Golongan Darah

Dalam kajian tersebut, golongan darah manusia dibagi menjadi delapan jenis utama berdasarkan keberadaan antigen (molekul gula) dan faktor Rhesus (Rh) pada permukaan sel darah merah.

Golongan darah A, B, dan AB memiliki antigen tertentu yang dapat memicu respons imun, sementara golongan darah O tidak memiliki antigen A maupun B. Faktor Rhesus menentukan apakah golongan darah tersebut berstatus positif atau negatif.

Baca Juga  Wuih, Bugatti Bikin Sepeda Seharga Rp400 Juta

Faktor Gaya Hidup Tetap Dominan

Meski terdapat hubungan antara golongan darah B dan risiko diabetes tipe 2, para peneliti menegaskan bahwa faktor gaya hidup tetap memiliki pengaruh yang jauh lebih besar.

Sebagai perbandingan, konsumsi 50 gram daging olahan per hari dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 37 persen. Kurangnya aktivitas fisik bahkan dapat meningkatkan risiko hingga lebih dari 100 persen. Selain itu, kelebihan berat badan juga menjadi salah satu faktor risiko utama.

Dalam penelitian ini, tim melakukan penyaringan ketat terhadap data dari berbagai basis ilmiah, seperti PubMed, Web of Science, Embase, Scopus, hingga Cochrane Library, guna memastikan validitas hasil.

Perlu Penelitian Lanjutan

Baca Juga  Gratiskan Starlink Sebulan, Elon Musk: Tak Pantas Cari Untung di Tengah Bencana Sumatera

Temuan ini menunjukkan adanya hubungan antara golongan darah dan diabetes tipe 2, namun belum dapat menjelaskan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Para peneliti juga menilai bahwa banyak studi sebelumnya memiliki keterbatasan, sehingga diperlukan penelitian lanjutan yang lebih komprehensif untuk memahami kaitan tersebut secara lebih mendalam.

Meskipun golongan darah B memiliki risiko lebih tinggi terhadap diabetes tipe 2, menjaga pola hidup sehat tetap menjadi faktor utama dalam pencegahan penyakit ini.

Masyarakat diimbau untuk menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan ideal guna menekan risiko diabetes, terlepas dari jenis golongan darah yang dimiliki. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini