Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

MPR Putuskan Final LCC Kalbar Diulang, Juri Lama Dicopot

ketua mpr ri ahmad muzani
Ketua MPR RI Ahmad Muzani. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Sinata.id  – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI akhirnya memutuskan menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Kalimantan Barat usai polemik kesalahan penilaian yang viral di media sosial.

Keputusan itu diumumkan langsung Ketua MPR RI, Ahmad Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Advertisement

“LCC di tingkat Kalbar yang final akan kita lakukan ulang. Pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir,” kata Ahmad Muzani.

Menurutnya, perlombaan ulang akan digelar dengan susunan dewan juri yang baru dan berasal dari kalangan independen seperti akademisi.

MPR juga memastikan tidak ada lagi unsur internal MPR yang menjadi juri seperti pada perlombaan sebelumnya.

Keputusan ini diambil setelah polemik final LCC Empat Pilar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026) menuai sorotan luas publik.

Ajang tersebut viral setelah muncul protes peserta terkait dugaan kesalahan penilaian pada sesi pertanyaan rebutan.

Respons dewan juri terhadap keberatan peserta bahkan memicu kritik besar dari warganet di media sosial.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini