Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K •DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Menkeu Purbaya Sentil Danantara Terlalu Nyaman di Obligasi

purbaya sentil danantara yang dinilai terlalu banyak menempatkan dana investasi pada obligasi pemerintah, alih-alih menggerakkan sektor riil.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Ist)

Sinata.id – Menteri Keuangan Purbaya sentil Danantara yang dinilai terlalu banyak menempatkan dana investasi pada obligasi pemerintah, alih-alih menggerakkan sektor riil.

Danantara sebagai lembaga pengelola dana investasi pemerintah, dinilai terlalu nyaman menempatkan portofolio pada instrumen obligasi alih-alih mendorong investasi langsung ke sektor riil yang berdampak pada lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Advertisement

Pernyataan itu muncul setelah pertemuan Purbaya Yudhi Sadewa dengan manajemen Danantara pada Rabu (15/10/2025). Dengan nada lugas, ia menilai Danantara belum menunjukkan keberanian untuk bergerak di proyek produktif berskala besar.

“Saya tadi sempat kritik, kalau terlalu banyak dana ditaruh di obligasi pemerintah, keahlian Anda apa?” tegas Purbaya.

Menurutnya, menanam dana dalam bentuk obligasi memang relatif aman, namun langkah itu tidak banyak memberi nilai tambah bagi ekonomi nasional. Di sisi lain, Danantara berdalih kondisi tersebut hanya bersifat sementara.

Baca Juga  Duel Perdana Bhayangkara FC vs Malut United, Pertaruhan Harga Diri yang Sarat Gengsi

“Mereka menjelaskan, strategi itu hanya untuk tiga bulan terakhir tahun ini karena belum sempat mempersiapkan proyek jangka panjang,” jelasnya.

Baca Juga: Telkom Indonesia Takluk dari Telemedia dan MyRepublic di Lelang Frekuensi 1,4 GHz

Meski begitu, Purbaya memastikan pihak Danantara berjanji akan mengubah strategi investasi mereka. Ke depan, porsi dana di obligasi akan ditekan dan dialihkan untuk mendukung proyek strategis yang mampu menggerakkan ekonomi dan menyerap tenaga kerja.

“Mereka berkomitmen memperbaiki komposisi investasi. Dana akan lebih banyak diarahkan ke proyek-proyek yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Kritik Purbaya bukan tanpa alasan. Ia menegaskan Danantara memiliki kapasitas finansial yang kuat dan tidak perlu ragu menjalankan mandat investasi jangka panjang. Salah satunya, Danantara disebut telah mampu menutup pelunasan pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau WHOOSH tanpa kendala.

Baca Juga  9 Cara Cuan dari Facebook Meski Tanpa FB Profesional

“Saya sudah sampaikan langsung kepada mereka. Danantara menerima dividen dari BUMN hampir Rp90 triliun. Itu lebih dari cukup untuk menutup biaya tahunan WHOOSH yang hanya sekitar Rp2 triliun,” ungkapnya.

Namun secara satir, Purbaya menyentil lagi kebijakan Danantara yang masih doyan menempatkan dana di obligasi pemerintah.

“Masa sebagian masih mau ditaruh di obligasi? Uangnya balik ke pemerintah lagi,” sindirnya. [zainal/a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini