Medan, Sinata.id – Pemerintah Kota Medan mengadakan Medan Career Expo 2026 sebagai upaya menekan angka pengangguran dan memperluas akses lapangan kerja bagi warga kota. Bertempat di Hall Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Selasa (10/02/2026), ajang ini menghadirkan 5.515 lowongan kerja yang berasal dari 124 perusahaan dari berbagai sektor.
Waliota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang hadir meninjau langsung lokasi pameran, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan respons aktif pemerintah terhadap tantangan ketersediaan lapangan kerja. Menurutnya, pemusatan informasi lowongan di satu lokasi akan memudahkan masyarakat dalam memetakan peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi masing-masing.
“Kami ingin lowongan pekerjaan di Medan tersentralisasi di satu tempat agar masyarakat bisa melihat, memilih, dan menilai peluang kerja sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan mereka,” ujar Rico Waas saat meninjau suasana pameran.
Dalam arahannya, Wali Kota menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan lapangan kerja berkaitan erat dengan stabilitas dan keberlanjutan pembangunan kota. Ketiadaan pendapatan masyarakat dinilai dapat memicu kerawanan sosial yang lebih luas.
“Jika masyarakat kesulitan mendapatkan pekerjaan, pembangunan kota juga akan terhambat. Dampaknya bisa meluas ke masalah sosial seperti peningkatan kriminalitas hingga penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ribuan pencari kerja yang didominasi oleh generasi muda mulai memadati area stan sejak pagi hari. Berbagai sektor usaha turut berpartisipasi dalam bursa kerja ini, mulai dari industri ritel, perkebunan, layanan kesehatan, transportasi, kuliner, hingga sektor teknologi informasi.
Selain acara tahunan ini, Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan juga mengumumkan peluncuran program Rabu Walk-In Interview. Program berkelanjutan ini nantinya akan digelar rutin setiap pekan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan guna mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang berbeda-beda setiap minggunya.
Selain penyediaan lowongan, Pemko Medan juga mempertegas fungsi pendampingan bagi para tenaga kerja. Dinas Ketenagakerjaan diinstruksikan untuk proaktif menangani berbagai isu ketenagakerjaan, mulai dari perlindungan pekerja migran nonprosedural hingga bantuan bagi pekerja yang terdampak perusahaan pailit.
Mengakhiri kunjungannya, Rico Waas berpesan kepada para peserta agar tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat sikap dan kemampuan komunikasi dalam bekerja sama.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Wakil Rektor I UNPRI Dr. Abdi Dharma, Staf Ahli Wali Kota Medan Rahmad Harahap, serta Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan Ramaddan. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini