Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Masinton Pasaribu Sebut Pembangunan Kantor Bupati Tapteng Tidak Mangkrak

masinton pasaribu sebut pembangunan kantor bupati tapteng tidak mangkrak
Rapat Tum Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Tapanuli Tengah dengan DPRD Tapteng.

 

Tapteng, Sinata.id– Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu menyebut bahwa, pembangunan Kantor Bupati Tapteng tidak mangkrak.

Advertisement

Pernyataan Bupati Masinton ini akhirnya mengubur isu miring yang belakangan muncul membuat kegaduhan, menyebut pembangunan kantor Bupati tersebut mangkrak.

Pernyataan Masinton tersebut disampaikan oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Nurzalilah yang juga merupakan bagian dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Tapanuli Tengah, saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD, Selasa (18/11/2025).

“Kantor Bupati itu tidak saya nyatakan mangkrak,” kata Sekdakab Tapteng pada saat RDP, menirukan pernyataan Bupati Masinton pada pertemuan dengan TAPD Pemkab Tapteng.

Namun kata Masinton, dirinya ingin kepastian hukum pengelolaan anggaran pembangunan Kantor Bupati yang direncanakan menelan biaya sebesar Rp130 miliar, yang pembangunannya telah berjalan dari mulai Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani, Pj Bupati Yetty Sembiring, Pj Bupati Elfin Elyas Nainggolan hingga Pj Bupati Sugeng Riyanta.

Baca Juga  Duel Siswa SMK di Nias Selatan Diawali Makian, Satu Tewas

Diketahui lewat pernyataan Sekdakab Tapteng Nurzalilah pada RDP yang dihadiri oleh Abdul Basir Situmeang, Josua Habeahan, dan Timbul Gajah dari Fraksi Nasdem, serta Deni Herman Hulu dari Fraksi Gerindra, bahwa Bupati Masinton telah mengajukan audit pembangunan Kantor Bupati Tapteng ke BPKP.

“Bukan saya tidak mau mengalokasikan anggaran ke kantor Bupati. Namun saya disini, ingin kepastian hukum. Saya ingin datang ke Tapteng ini, ingin dalam keadaan baik. Saat ini kita juga sudah ajukan ke BPKP untuk dilakukan Audit. Nah, kita tunggu dulu hasil auditnya. Kalau masalah anggaran itu, saya bukan tidak mau memberikan anggaran kesitu. Itu pak disampaikan (Bupati Masinton) ke kami. Mungkin disini, dengan yang dibahasakan pimpinan kami, kamipun tidak akan mau melangkah lebih jauh pak,” ungkap Sekdakab.

Baca Juga  MBG di Sibolga-Tapteng Diduga Basi dan Berjamur

Namun hingga kini, BPKP belum juga membalas permohonan audit yang diajukan oleh Masinton.

“Hasil audit itu, belum ada sampai ke pak Bupati. Makanya beliau selalu menjawab ke kami selaku tim TPAD, beliau bukan tidak mau memberikan anggaran,” pungkasnya.

Sebelumnya, DPRD Tapteng beberapa waktu lalu telah menjelaskan kepada perwakilan masyarakat yang menggelar aksi demo terkait isu mangkrak pembangunan kantor Bupati tersebut bahwa, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan audit terhadap pengelolaan anggaran pembangunan Kantor Bupati tersebut.

Bahkan, DPRD juga mengaku telah melihat langsung hasil audit BPK tersebut, serta meminta penjelasan terhadap beberapa Kepala Dinas terkait, yang bertanggungjawab pada pengelolaan anggaran pembangunan Kantor Bupati tersebut.

Baca Juga  Preman di Deli Serdang Ditangkap Usai Tukar Beras dengan Lembar NEM

Kepada DPRD Tapteng, para Kepala Dinas menegaskan bahwa pembangunan Kantor Bupati Tapteng tidak mangkrak, melainkan dibangun secara bertahap, tergantung kondisi keuangan daerah.

Juga diketahui, bahwa Kepala Dinas terkait yang dimaksud hingga kini masih menjabat diera kepemimpinan Masinton saat ini. (A1)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini