Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Makna Perkataan Yesus di Salib: “Hari Ini Engkau Bersama Aku di Firdaus”

makna doa nabi habakuk: iman yang tidak tergantung keadaan
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH

Oleh: Mis Ev Daniel Pardede, MH.

Perkataan **Alkitab dalam **Injil Lukas 23:43 menjadi salah satu pesan paling mendalam yang diucapkan oleh **Yesus Kristus saat berada di kayu salib. Dalam ayat tersebut Yesus berkata kepada seorang penjahat yang disalib di sebelah kanan-Nya:

Advertisement

“Sesungguhnya hari ini juga, engkau akan berada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Perkataan ini muncul setelah penjahat tersebut memohon kepada Yesus dengan iman sederhana: “Yesus, ingatlah akan aku apabila Engkau datang sebagai Raja.” Permohonan itu menunjukkan pengakuan bahwa Yesus adalah Raja dan Juruselamat, meskipun Ia sedang berada dalam penderitaan di salib.

Pertobatan di Saat Terakhir

Kisah dua penjahat yang disalib bersama Yesus memperlihatkan dua sikap yang berbeda terhadap Tuhan. Salah satu dari mereka menghina dan meragukan Yesus dengan berkata agar Ia menyelamatkan diri-Nya dan mereka.

Baca Juga  Ibadah Bukan Rutinitas, Tetapi Tanda Syukur dan Keselamatan

Namun penjahat yang lain justru menegur rekannya. Ia mengakui bahwa mereka menerima hukuman karena kesalahan mereka sendiri, sementara Yesus tidak melakukan dosa. Sikap rendah hati dan pengakuan iman itulah yang kemudian dijawab oleh Yesus dengan janji keselamatan.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kasih karunia Tuhan tetap terbuka bahkan bagi orang yang berada di saat-saat terakhir kehidupannya, selama ia datang dengan pertobatan yang tulus.

Firdaus dalam Pemahaman Alkitab

Dalam tradisi kekristenan, Firdaus dipahami sebagai tempat peristirahatan bagi roh orang benar yang meninggal dalam Tuhan. Rasul **Rasul Paulus pernah menuliskan pengalaman rohaninya ketika ia mendapat penglihatan tentang Firdaus yang disebut sebagai “tingkat ketiga dari surga” dalam **2 Korintus 12:2-4.

Baca Juga  Jagalah Perkataanmu, Itulah Cermin Iman

Beberapa penafsiran teologis menjelaskan bahwa setelah wafat di kayu salib, Yesus berada dalam kematian selama tiga hari. Tubuh-Nya berada di kubur, sementara Roh-Nya berada di Firdaus. Setelah hari ketiga, Ia bangkit dari kematian dan kemudian naik ke surga.

Keyakinan ini menguatkan iman umat percaya bahwa kehidupan tidak berakhir pada kematian, tetapi ada kehidupan kekal bagi mereka yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan.

Pesan Moral bagi Orang Percaya

Kisah di Golgota tersebut juga menjadi pengingat bagi umat manusia bahwa setiap orang akan mempertanggungjawabkan kehidupannya di hadapan Tuhan. Dalam ajaran **Surat Roma disebutkan bahwa upah dosa adalah maut, namun anugerah Tuhan adalah hidup yang kekal.

Baca Juga  Makna Penantian Murid Yesus Menjelang Pentakosta: Janji Roh Kudus, Kuasa, dan Perubahan Hidup

Karena itu, iman, pertobatan, dan kerendahan hati menjadi kunci bagi seseorang untuk menerima kasih karunia Tuhan. Perkataan Yesus kepada penjahat di salib menunjukkan bahwa tidak ada manusia yang terlalu berdosa untuk menerima pengampunan selama ia datang kepada Tuhan dengan hati yang sungguh-sungguh.

Peristiwa di kayu salib mengajarkan bahwa kasih Tuhan melampaui kesalahan manusia. Bahkan di tengah penderitaan, Yesus Kristus masih membuka pintu keselamatan bagi orang yang bertobat.

Karena itu, setiap orang diajak untuk hidup dengan takut akan Tuhan, melakukan kebenaran, serta menjaga iman sampai akhir hidup. Sebab pada akhirnya, setiap perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, dan mereka yang setia akan menerima kehidupan kekal bersama-Nya di Firdaus.

Shalom, Tuhan memberkati.(A27).

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini