Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Religi

Makna Penantian Murid Yesus Menjelang Pentakosta: Janji Roh Kudus, Kuasa, dan Perubahan Hidup

makna penantian murid yesus menjelang pentakosta: janji roh kudus, kuasa, dan perubahan hidup
Pdt Manser Sagala ,M.Th. (sinata)

Oleh: Pdt. Manser Sagala, M.Th

Peristiwa penantian murid-murid Yesus akan janji pencurahan Roh Kudus merupakan salah satu momen paling krusial dalam sejarah Gereja mula-mula. Masa ini sering disebut sebagai masa “antara”, yaitu rentang waktu antara kenaikan Yesus ke surga hingga hari Pentakosta.

Advertisement

Berikut penjelasan berdasarkan urutan peristiwa dan firman Tuhan:

  1. Janji dan Perintah Yesus

Sebelum naik ke surga, Yesus memberikan instruksi yang sangat spesifik. Ia melarang murid-murid-Nya meninggalkan Yerusalem, bukan karena kota itu aman, melainkan karena Yerusalem adalah tempat yang telah ditetapkan untuk penggenapan janji Bapa.

Firman Tuhan:
“Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka menantikan janji Bapa, yang—demikian kata-Nya ‘telah kamu dengar dari pada-Ku.’” (Kisah Para Rasul 1:4)

  1. Tujuan Penantian: Menerima Kuasa
Baca Juga  Apa yang Dilakukan Murid-Murid Sebelum Yesus Naik ke Sorga? Makna Penantian Roh Kudus dan Kuasa Ilahi bagi Orang Percaya

Yesus menjelaskan bahwa kepenuhan Roh Kudus bukan sekadar pengalaman emosional, melainkan pemberian kuasa (dunamis) untuk menjadi saksi-Nya hingga ke seluruh dunia.

Firman Tuhan:
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)

  1. Sikap Murid-Murid dalam Menanti

Masa penantian ini berlangsung selama 10 hari, sejak kenaikan Yesus hingga Pentakosta. Alkitab mencatat bagaimana kualitas penantian mereka:

Sehati dalam doa: Mereka tidak hanya menunggu, tetapi bertekun dalam doa dengan satu hati.

Ketaatan: Mereka tetap berkumpul di ruang atas (loteng) di Yerusalem.

Persatuan: Sekitar 120 orang, termasuk Maria, ibu Yesus, serta saudara-saudara Yesus, meninggalkan ego masing-masing untuk satu tujuan.

Baca Juga  Rahasia Kemenangan Orang Percaya: Kuasa Kasih Kristus yang Mengalahkan Dosa, Ketakutan, dan Dunia

Firman Tuhan:
“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.” (Kisah Para Rasul 1:14)

  1. Penggenapan: Hari Pentakosta

Ketika waktu Tuhan digenapi, yaitu pada hari ke-50 setelah Paskah, janji itu terjadi secara dahsyat. Roh Kudus turun bukan lagi sebagai “tamu” sementara, melainkan tinggal di dalam orang percaya.

Manifestasi yang terjadi antara lain:

Bunyi seperti tiupan angin keras

Lidah-lidah seperti nyala api yang hinggap di atas mereka

Berkata-kata dalam bahasa lain untuk memberitakan perbuatan besar Allah

Firman Tuhan:
“Maka hinggaplah lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” (Kisah Para Rasul 2:3–4)

Baca Juga  Belajar dari Gereja Mula-Mula: Kesepakatan Sehat yang Mendatangkan Pertumbuhan dan Berkat

Kesimpulan

Penantian para murid mengajarkan bahwa janji Tuhan membutuhkan ketaatan dan kesatuan hati.

Tanpa Roh Kudus, para murid adalah pribadi yang penuh ketakutan dan bersembunyi. Namun setelah dipenuhi Roh Kudus, mereka berubah menjadi pemberita Injil yang berani dan berdampak bagi dunia.

Penantian bukanlah waktu yang sia-sia, melainkan proses ilahi untuk mempersiapkan hati menerima janji Tuhan. Seperti para murid yang setia menanti dalam doa dan kesatuan, demikian pula setiap orang percaya dipanggil untuk tetap taat dalam setiap musim kehidupan.

Ketika waktu Tuhan digenapi, kuasa-Nya dinyatakan dengan sempurna: mengubah kelemahan menjadi kekuatan, ketakutan menjadi keberanian, dan keraguan menjadi iman yang teguh.

Tetaplah berharap, sebab setiap janji Tuhan tidak pernah gagal digenapi. (A27)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini