Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Lapak Kerap Digenangi Air, Pedagang Pasar Horas Keluhkan Minimnya Perbaikan

kondisi memprihatinkan dialami pedagang kaki lima di gedung 1 pasar horas. setiap hujan turun, lapak jualan mereka kerap digenangi air. itu terjadi, karena atap bangunan bocor.
Elida Sidauruk bersama pedagang lainnya

Pematangsiantar, Sinata.id – Kondisi memprihatinkan dialami pedagang kaki lima di Gedung 1 Pasar Horas. Setiap hujan turun, lapak jualan mereka kerap digenangi air. Itu terjadi, karena atap bangunan bocor.

Salah seorang pedagang, Elida Sidauruk, mengatakan, bahwa persoalan tersebut telah berlangsung lama tanpa penanganan yang jelas. Sebutnya, air yang masuk dari bagian atas gedung tidak hanya menggenangi lapak, tetapi juga merusak barang dagangan.

Advertisement

“Kalau hujan kami tidak bisa jualan. Atap bocor di mana-mana, dagangan basah semua, termasuk bawang yang harganya sedang mahal,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (14/4/2026).

Menurut Elida, kondisi seperti itu berdampak langsung pada pendapatan pedagang yang kian menurun. Dalam sehari, mereka terkadang hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp60 ribu. Namun di tengah kesulitan itu, kewajiban membayar retribusi tetap berjalan.

Baca Juga  Ketua Komisi II DPRD Sebut Pedagang Nyaman, Fakta Kios Darurat Pasar Horas Justru Dikeluhkan

“Sudah sering kami laporkan, tapi belum ada solusi. Retribusi tetap ditagih,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lainnya yang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pengelola pasar.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya, Bolmen Silalahi membenarkan adanya kerusakan infrastruktur, terutama pada bagian kanopi bangunan.

Ia menyebut, kondisi serupa tidak hanya terjadi di Gedung 1, tetapi juga di Gedung 2 yang membutuhkan perbaikan menyeluruh. Menurutnya, pihak perusahaan telah mengusulkan anggaran perbaikan melalui skema penyertaan modal sejak 2024.

Namun, realisasi perbaikan masih terkendala regulasi. Dana yang telah tersedia sejak 2025 belum dapat digunakan karena masih mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 5 dan Nomor 8 Tahun 2014 yang belum direvisi.

Baca Juga  Polres Pematangsiantar Gelar Operasi Keselamatan Toba 2026

“Perubahan perda saat ini sedang berproses di DPRD. Jika sudah selesai, anggaran bisa digunakan untuk perbaikan,” jelasnya.

Adapun Dewan Pengawas PD Pasar Horas Jaya, Wedy Simbolon mengatakan, persoalan tersebut telah disampaikan kepada jajaran direksi.

“Sudah kami sampaikan, tinggal menunggu kebijakan dari direksi,” ujarnya singkat.

Hingga kini, para pedagang berharap perbaikan segera direalisasikan. Bagi mereka, hujan yang seharusnya membawa berkah justru menjadi ancaman bagi kelangsungan usaha mereka. (SN10)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini