Jakarta, Sinata.id — Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS).
Informasi tersebut terungkap dalam salinan Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka Nomor LK/02022026/0016/1 yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Laporan tertanggal 2 Februari 2026 itu diunggah melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Penyampaian laporan dilakukan sesuai ketentuan Pasal 2 ayat (2) POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Baca juga:IHSG Anjlok hingga 7,35%, Menkeu Purbaya Ungkap Peran MSCI dan Praktik Goreng Saham
Dalam dokumen tersebut, Tommy tercatat melepas 738,69 juta saham HITS atau setara 10,40 persen hak suara. Transaksi penjualan saham dilakukan pada 30 Januari 2026 dengan harga Rp391 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai sekitar Rp288,82 miliar.
Manajemen HITS menyebutkan bahwa tujuan transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi investasi, dengan harga perolehan saham berdasarkan kesepakatan para pihak.
Pada waktu yang bersamaan, PT Humpuss juga melakukan pelepasan saham HITS sebanyak 3,4 miliar saham atau setara 47,89 persen hak suara. Dengan harga pelaksanaan Rp152 per saham, nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp516,95 miliar.
Berdasarkan informasi perusahaan, HITS awalnya merupakan Divisi LNG PT Humpuss yang berdiri pada 1986 dan bergerak di bidang angkutan gas alam cair.
Baca juga:Saham United Tractors Anjlok Usai Prabowo Cabut Izin Tambang Martabe
Perusahaan kemudian resmi berdiri sebagai entitas mandiri pada 21 Desember 1992, sebelum akhirnya melantai di bursa pada 1997 dan menjadi emiten pertama di sektor perkapalan Indonesia.
Aksi divestasi saham yang dilakukan Tommy ini menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat nilai transaksi yang besar serta posisi strategis HITS di sektor transportasi dan logistik nasional. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari manuver bisnis yang patut dicermati dalam dinamika pasar modal Indonesia. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini