“Setelah pemilu, ada beberapa gesture positif yang dinilai juga perlu diapresiasi yang dilakukan oleh pemerintah baru,” katanya.
Menurut Sugiono, perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi komitmen dalam konsensus lima poin ASEAN.
Karena itu, negara-negara ASEAN dinilai perlu terus mendorong perbaikan situasi di Myanmar melalui pendekatan dialog dan keterlibatan aktif.
“Pada intinya semua berpendapat, sepaham bahwa sebagai satu keluarga dalam sebuah kawasan ASEAN, negara-negara anggota harus terus memberikan perhatiannya, concernnya, dan terus meng-engage Myanmar untuk bisa menemukan jalan yang mereka tentukan sendiri dalam rangka memperbaiki situasi negaranya,” lanjutnya.
Selain membahas Myanmar, Presiden Prabowo juga menyampaikan pentingnya rekonsiliasi dan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan perbatasan di kawasan, termasuk ketegangan antara Thailand dan Kamboja.
Menurut Sugiono, Presiden Prabowo menilai persoalan perbatasan sebaiknya diselesaikan melalui dialog, negosiasi, dan kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat di masing-masing negara.
“Daripada kita mempertajam perbedaan-perbedaan di antara kita, biarlah urusan legal itu terus berjalan, tapi in the meantime kenapa kita tidak mencari hal-hal yang positif yang bisa kita kerjasamakan,” tutur Sugiono mengutip pandangan Presiden Prabowo.
Sugiono menambahkan pendekatan dialog dan kerja sama tersebut juga menjadi prinsip yang selama ini dijalankan Indonesia dalam mengelola berbagai persoalan di kawasan Asia Tenggara. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini