Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Kondisi Ibu dan Anak Korban Penyiraman Air Keras, Polisi Kejar Dua Pelaku

ibu rumah tangga dan anaknya menjadi korban penyiraman air keras oleh dua pria tak dikenal saat melintas di pagi hari.
Ibu rumah tangga dan anaknya menjadi korban penyiraman air keras oleh dua pria tak dikenal saat melintas di pagi hari.

Sukabumi, Sinata.id – Peristiwa tragis menimpa seorang ibu rumah tangga dan anaknya yang masih berusia 10 tahun di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Keduanya menjadi korban penyiraman air keras oleh dua pria tak dikenal saat melintas di Jalan Sudajaya, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kamis (1/5/2025) pagi.

Ibu dan Anak Jadi Korban Penyiraman Air Keras

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, ketika korban, YA (37), tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat berpelat nomor F-6428-UAJ, bersama anaknya, R (10). Menurut keterangan Kepolisian Resor Sukabumi Kota, kasus ini saat ini tengah ditangani oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Baros.

Advertisement

“Benar, telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan dengan modus penyiraman cairan kimia terhadap korban YA dan anaknya R. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Sukabumi Kota, AKP Astuti Setyaningsih.

Baca Juga  Ibu dan Anak Jadi Korban Penyiraman Air Keras di Sukabumi

Pelaku diketahui mengendarai sepeda motor dan menyerang secara tiba-tiba saat berpapasan dengan korban. Tanpa memberi kesempatan untuk menghindar, pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke tubuh kedua korban.

Akibat kejadian tersebut, YA mengalami luka bakar serius di wajah, dada, lengan, punggung, dan paha. Sementara sang anak turut mengalami luka di dada, punggung, serta bagian tubuh lainnya.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD R. Syamsudin, SH oleh kerabatnya yang kebetulan berada di lokasi kejadian. Kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sepeda motor milik korban, kaleng bekas cairan kimia, pakaian dan jilbab yang dikenakan korban, serta helm berwarna biru-kuning.

“Untuk saat ini korban belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam penanganan medis. Namun kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi guna mengidentifikasi pelaku,” tambah Astuti.

Baca Juga  Bareskrim Selidiki Jejak Gelondongan Kayu Diduga Pemicu Banjir Bandang Tapteng

Pihak keluarga korban mengonfirmasi bahwa YA dan anaknya sedang dalam perjalanan meninggalkan rumah di Perum Sindangpalai untuk bekerja dan mengantar anaknya. “Saya sedang menuju Pelabuhanratu, tiba-tiba mendengar keributan di jalan. Ternyata keponakan saya menjadi korban penyiraman air keras,” ujar Iing (54), paman korban.

Menurut kesaksian Iing, pelaku berjumlah dua orang pria yang berboncengan motor. Mereka datang dari arah Baros, kemudian menyalip dan langsung menyiram cairan berbahaya tersebut ke arah korban.

Tim medis RSUD R Syamsudin SH pun memberikan keterangan mengenai kondisi terkini kedua korban. Ketua Tim Penanganan Keluhan, dr. Irfanugraha Triputra Irawan, menyampaikan bahwa YA menderita luka bakar sekitar 20 persen pada tubuhnya, sementara sang anak mengalami luka bakar sekitar 12 persen.

Baca Juga  Pemkab Asahan Jalin Sinergi dengan Muhammadiyah untuk Perkuat Pembangunan Daerah

“Keduanya tiba dalam kondisi relatif stabil, namun luka bakar yang diderita cukup luas. Perawatan awal sudah dilakukan, termasuk pemberian salep, infus, dan observasi luka. Saat ini keduanya dirawat di ruang bedah untuk pemantauan lebih lanjut,” jelas dr. Irfan.

Tim medis belum dapat memastikan jenis zat kimia yang digunakan pelaku karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sementara itu, pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan terus berlanjut.

“Kami terus mengembangkan penyidikan dan mengintensifkan upaya pencarian terhadap para pelaku,” tegas AKP Astuti. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini