Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Komisi XI DPR RI Uji Kelayakan Calon BP LPS

komisi xi dpr ri uji kelayakan calon bp lps
Komisi XI DPR RI

Jakarta, Sinata.id – Komisi XI DPR RI menyelenggarakan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) bagi calon anggota Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan (BP LPS) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2025).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. Ia menjelaskan bahwa proses seleksi ini dilakukan untuk mengisi posisi anggota BP LPS melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW).

Advertisement

Menurut Misbakhun, anggota yang terpilih nantinya akan melanjutkan sisa masa jabatan hingga tahun 2028. Artinya, pergantian ini hanya berlaku untuk mengisi kekosongan jabatan sampai masa tugas sebelumnya berakhir.

Sebanyak 10 kandidat mengikuti tahapan uji kelayakan ini. Mereka berasal dari latar belakang keilmuan ekonomi dan keuangan, yakni Intan Nur Rahmawati, Novriansah, Vivi Adeyani Tendean, Didik Mardiyono, Fajar Agustiana, Sofredi Ansyah, Taufikurrahman, Rachmat M Purba, Bambang Prijambodo, dan Aribowo.

Baca Juga  Prabowo Ingin Semua Kelas Punya Layar Digital, Siapkan Smart Classroom Nasional

Dalam pelaksanaannya, setiap peserta diberi waktu sekitar 30 menit untuk memaparkan visi, misi, serta strategi pengawasan yang akan dijalankan.

Setelah itu, anggota Komisi XI mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait pemahaman fungsi BP LPS, sinergi pengawasan, hingga pandangan kandidat terhadap dinamika perekonomian global.

Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, menekankan bahwa Badan Supervisi LPS memiliki peran berbeda dengan lembaga pengawas.

Menurutnya, BP LPS bertugas membantu DPR RI dalam melakukan kajian dan analisis kebijakan guna mendorong peningkatan kinerja LPS.

Ia menambahkan, kemampuan dan pemahaman mendalam di bidang ekonomi serta keuangan menjadi aspek penting yang dibutuhkan agar BP LPS mampu menghasilkan kajian berkualitas dan berdampak positif terhadap kinerja LPS.

Baca Juga  Wakapolri Akui Respons Darurat Polri Lambat, Warga Lebih Pilih Hubungi Damkar

Sebagai informasi, BP LPS merupakan alat kelengkapan DPR RI yang berfungsi mendukung pelaksanaan pengawasan terhadap Lembaga Penjamin Simpanan.

Keberadaan badan ini diharapkan dapat memperkuat kinerja, akuntabilitas, independensi, transparansi, serta kredibilitas kelembagaan LPS.

Pembentukan BP LPS sendiri merupakan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini