Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Kerugian Bencana Sumut Capai Rp18,3 Triliun, Fokus Utama Hunian Layak bagi Pengungsi

kerugian bencana sumut capai rp18,3 triliun, fokus utama hunian layak bagi pengungsi
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu saat meninjau ribuan kayu yang terbawa banjir bandang yang menghantam pemukiman warga. (Foto: Diskominfo Tapteng)

Medan, Sinata.id – Tragedi banjir dan tanah longsor yang menghantam 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara sejak akhir November lalu meninggalkan luka mendalam dan kerugian materiil yang fantastis.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat estimasi kerugian sementara menembus angka Rp 18,37 triliun.
​Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, membeberkan skala kerusakan yang masif dalam rapat koordinasi bersama Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenkoinfra) di Posko Darurat Medan, Sabtu (20/12/2025) lalu.

Advertisement

Lumpuhnya Infrastruktur dan Sektor Ekonomi
​Kerusakan tidak hanya menyasar fasilitas publik, tetapi juga memutus urat nadi ekonomi warga. Berikut adalah rincian dampaknya:

  • ​Infrastruktur: 25 ruas jalan provinsi terdampak dengan 117 titik longsor, serta 6 jembatan yang hancur total.
  • ​Sektor Ekonomi: Kerusakan berat terjadi pada lahan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga pemukiman warga.
  • ​Logistik: Hingga kini, sekitar 574 ton bantuan logistik telah digelontorkan melalui Posko Utama dan Hanggar Lanud Soewondo untuk menyokong kebutuhan lebih dari 20.000 pengungsi.
Baca Juga  ​Hashim Bantah Isu Kepemilikan Lahan Sawit Prabowo: Itu Fitnah Koruptor

Prioritas Hunian Tetap: “Jangan Membangun di Zona Bahaya”​

Merespons situasi darurat ini, Deputi Bidang Koordinasi Perumahan Kemenkoinfra, Ronny Ariuly Hutahayan, menegaskan bahwa fokus pemerintah pusat adalah pemulihan sektor pemukiman.

​”Prioritas utama kami adalah menyiapkan hunian tetap (huntap) bagi pengungsi. Namun, kami meminta Pemda teliti dalam memilih lahan. Lahan baru harus bebas dari zona risiko tinggi agar bencana serupa tidak terulang,” kata Ronny.

Data Korban: Tapanuli Tengah Menjadi Titik Terparah
​Berdasarkan data terbaru dari BPBD Sumut per Sabtu (20/12/2015) pukul 08.00 WIB, duka menyelimuti ribuan keluarga dengan total 370 jiwa dinyatakan meninggal dunia dan 72 orang masih dalam pencarian.

​Berikut sebaran wilayah dengan dampak korban jiwa tertinggi:
Tapanuli Tengah  meninggal 133 jiwa, 38 orang hilang, 27 orang luka-luka.
Tapanuli Selatan 88 jiwa meninggal, 30 orang hilang, 835 luka-luka.
Sibolga 54 jiwa meninggal, 1 orang hilang, 68 orang luka-luka.
Tapanuli Utara  36 jiwa meninggal, 2 orang hilang, 3 luka-luka.

Baca Juga  WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai April 2026, Ini Aturan Lengkapnya

​Saat ini, koordinasi antara pemerintah provinsi dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman terus dipercepat guna mengeksekusi langkah pemulihan fisik bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal. []

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini