Medan, Sinata.id – Tragedi banjir dan tanah longsor yang menghantam 19 kabupaten/kota di Sumatera Utara sejak akhir November lalu meninggalkan luka mendalam dan kerugian materiil yang fantastis.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat estimasi kerugian sementara menembus angka Rp 18,37 triliun.
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, membeberkan skala kerusakan yang masif dalam rapat koordinasi bersama Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenkoinfra) di Posko Darurat Medan, Sabtu (20/12/2025) lalu.
Lumpuhnya Infrastruktur dan Sektor Ekonomi
Kerusakan tidak hanya menyasar fasilitas publik, tetapi juga memutus urat nadi ekonomi warga. Berikut adalah rincian dampaknya:
- Infrastruktur: 25 ruas jalan provinsi terdampak dengan 117 titik longsor, serta 6 jembatan yang hancur total.
- Sektor Ekonomi: Kerusakan berat terjadi pada lahan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga pemukiman warga.
- Logistik: Hingga kini, sekitar 574 ton bantuan logistik telah digelontorkan melalui Posko Utama dan Hanggar Lanud Soewondo untuk menyokong kebutuhan lebih dari 20.000 pengungsi.
Prioritas Hunian Tetap: “Jangan Membangun di Zona Bahaya”
Merespons situasi darurat ini, Deputi Bidang Koordinasi Perumahan Kemenkoinfra, Ronny Ariuly Hutahayan, menegaskan bahwa fokus pemerintah pusat adalah pemulihan sektor pemukiman.
”Prioritas utama kami adalah menyiapkan hunian tetap (huntap) bagi pengungsi. Namun, kami meminta Pemda teliti dalam memilih lahan. Lahan baru harus bebas dari zona risiko tinggi agar bencana serupa tidak terulang,” kata Ronny.
Data Korban: Tapanuli Tengah Menjadi Titik Terparah
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Sumut per Sabtu (20/12/2015) pukul 08.00 WIB, duka menyelimuti ribuan keluarga dengan total 370 jiwa dinyatakan meninggal dunia dan 72 orang masih dalam pencarian.
Berikut sebaran wilayah dengan dampak korban jiwa tertinggi:
Tapanuli Tengah meninggal 133 jiwa, 38 orang hilang, 27 orang luka-luka.
Tapanuli Selatan 88 jiwa meninggal, 30 orang hilang, 835 luka-luka.
Sibolga 54 jiwa meninggal, 1 orang hilang, 68 orang luka-luka.
Tapanuli Utara 36 jiwa meninggal, 2 orang hilang, 3 luka-luka.
Saat ini, koordinasi antara pemerintah provinsi dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman terus dipercepat guna mengeksekusi langkah pemulihan fisik bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal. []









Jadilah yang pertama berkomentar di sini