Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Kasus DBD di Siantar Turun, Kadis Kesehatan Ajak Warga Aktif Mencegah

dinas kesehatan kota pematangsiantar mencatat tren penurunan kasus demam berdarah dengue (dbd) dalam tiga bulan terakhir. total sebanyak 32 kasus dilaporkan sejak januari hingga maret 2026.
Ilustrasi (ft: AI)

Pematangsiantar, Sinata.id – Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar mencatat tren penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam tiga bulan terakhir. Total sebanyak 32 kasus dilaporkan sejak Januari hingga Maret 2026.

Berdasarkan data, pada Januari tercatat 18 kasus, kemudian menurun menjadi 10 kasus pada Februari, dan kembali turun menjadi 4 kasus pada Maret.

Advertisement

Plt Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Pematangsiantar, Urat Simanjuntak, melalui staf administrator kesehatan Lasmaria, menyampaikan bahwa kelompok usia paling rentan terpapar DBD adalah anak-anak berusia 5 hingga 14 tahun.

“Kelompok usia ini perlu mendapat perhatian khusus, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah gigitan nyamuk,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, penurunan kasus tersebut tidak terlepas dari upaya pencegahan yang terus digencarkan, termasuk Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui pola 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Baca Juga  22 April 2026 Hari Apa? Ini Peringatan Hari DBD Nasional dan Hari Bumi

Selain itu, Dinkes juga mengoptimalkan program “satu rumah satu jumantik”, di mana setiap keluarga diharapkan memiliki petugas pemantau jentik untuk memeriksa lingkungan rumah secara rutin.

“Peran aktif masyarakat sangat penting. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan rumah tangga,” katanya.
Dinkes turut mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam, guna mendapatkan penanganan lebih cepat dan mencegah risiko yang lebih berat. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini