Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

22 April 2026 Hari Apa? Ini Peringatan Hari DBD Nasional dan Hari Bumi

22 april 2026 hari apa? ini peringatan hari dbd nasional dan hari bumi
Ilustrasi Hari Bumi 2026. (pexels)

Pematangsiantar, Sinata.id – Tanggal 22 April 2026 jatuh pada hari Rabu. Tanggal ini bukan sekadar penanda kalender, tetapi juga memiliki makna penting karena diperingati sebagai momentum nasional dan global.

Di Indonesia, 22 April dikenal sebagai Hari Demam Berdarah Nasional. Sementara di tingkat internasional, tanggal yang sama diperingati sebagai Hari Bumi (Earth Day).

Advertisement

Hari Demam Berdarah Nasional

Hari Demam Berdarah Nasional diperingati setiap 22 April dan ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD) serta pentingnya langkah pencegahan.

DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk tersebut membawa virus setelah menggigit orang yang telah terinfeksi.

Baca Juga  Arus Mudik Mulai Meningkat, Polsek Siantar Barat Perketat Pengamanan Stasiun Kereta Api

Data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa DBD masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Hingga 28 Oktober 2025, tercatat 131.393 kasus DBD di seluruh Indonesia, 544 kasus kematian, Case Fatality Rate (CFR) sebesar 0,41 persen, penyebaran terjadi di 471 kabupaten/kota pada 36 provinsi, serta kematian tercatat di 196 kabupaten/kota.

Dalam lima tahun terakhir, kelompok usia produktif (15–44 tahun) menjadi yang paling terdampak.

Hari Bumi (Earth Day)

Selain peringatan nasional, 22 April juga dikenal sebagai Hari Bumi yang diperingati secara global. Hari Bumi pertama kali dicetuskan pada tahun 1970 oleh aktivis lingkungan asal Amerika Serikat, Gaylord Nelson.

Baca Juga  Mahasiswi Nommensen Raih Best Woman di Mbelin Brahmana Cup-I

Gagasan ini muncul sebagai respons terhadap kerusakan lingkungan, termasuk peristiwa tumpahan minyak besar di Santa Barbara. Sejak saat itu, Hari Bumi berkembang menjadi gerakan global yang melibatkan berbagai kalangan, mulai dari pelajar, akademisi, hingga masyarakat umum.

Gerakan ini juga mendorong lahirnya berbagai kebijakan lingkungan, seperti pembentukan badan perlindungan lingkungan dan regulasi terkait udara bersih, air bersih, serta perlindungan spesies.

Pada tahun 2026, Hari Bumi mengusung tema “Our Power, Our Planet”, yang menegaskan bahwa perlindungan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat dunia.

Kampanye ini mendorong berbagai aksi nyata, seperti pengurangan limbah, penggunaan energi bersih, serta upaya restorasi lingkungan.

Bukan Hari Libur Nasional

Baca Juga  Buah Ciplukan, Tanaman Liar yang Dianggap Bermanfaat untuk Kesehatan Pria

Meski memiliki makna penting, 22 April 2026 tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia. Aktivitas perkantoran, sekolah, dan kegiatan ekonomi tetap berlangsung seperti biasa.

Hal ini sesuai dengan ketentuan kalender nasional, di mana sebagian besar hari peringatan bersifat reflektif dan tidak termasuk dalam daftar hari libur resmi.

Dalam kalender internasional, 22 April menjadi salah satu hari penting yang berfokus pada isu lingkungan. Peringatan ini sejajar dengan berbagai hari global lainnya yang menyoroti isu kesehatan, pendidikan, dan keberlanjutan.

Dengan demikian, 22 April bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh pihak untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan manusia dan kelestarian bumi. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini