Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH
Saudara-saudara Ahli Waris Kerajaan Allah,
Rasul Paulus memberikan teladan kerendahan hati dalam pelayanan. Ia tidak pernah memegahkan diri atas pelayanan yang dilakukannya. Baginya, memberitakan Injil bukan sebuah kebanggaan pribadi, tetapi keharusan ilahi.
> “…celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil!”
(1 Korintus 9:16)
Apa pun yang kita miliki — talenta, jabatan, harta, bahkan pelayanan — semuanya adalah pemberian Tuhan, bukan hasil kesombongan manusia. Kita boleh memiliki banyak, tetapi jangan lupa:
kita milik Kristus, dan Kristus milik Allah Bapa.
(1 Korintus 3:21-23)
Hanya Alat di Tangan Tuhan
Bayangkan sebuah kapak dan gergaji yang dipakai seseorang untuk menebang kayu. Setelah kayu itu terpotong, apakah kapak dan gergaji dapat membanggakan dirinya? Tentu tidak. Yang berhak menerima pujian adalah orang yang menggerakkan alat itu.
Demikian pula kita sebagai pelayan Tuhan — penginjil, pendeta, pemuji, pelayan mimbar, dan seluruh umat percaya. Jika suatu pekerjaan besar terjadi melalui hidup kita, itu bukan karena kehebatan kita, tetapi karena Tuhan memakai hidup kita sebagai alat-Nya.
> “Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang menggerakkannya?”
(Yesaya 10:15)
Oleh karena itu, kasih tidak memegahkan diri. Kasih sejati mengakui Allah sebagai sumber segala kemampuan.
Jika Mau Bermegah, Bermegahlah Dalam Tuhan
Firman Tuhan menegaskan:
> “Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan.”
(Mazmur 105:3 / 1 Tawarikh 16:10)
Kita boleh bersukacita dengan apa yang Tuhan kerjakan lewat hidup kita, namun kemuliaan hanya bagi Tuhan, bukan bagi manusia.
Jangan memegahkan diri, sebab apa yang kita miliki hanyalah titipan dan anugerah. Bahkan hidup kita pun milik Tuhan.
Biarlah kita rendah hati, menjadi alat yang siap dipakai-Nya, dan bermegah hanya di dalam Dia yang layak menerima segala hormat dan kemuliaan.
Shalom — tetap melayani dengan kasih, tanpa memegahkan diri.(A27).










Jadilah yang pertama berkomentar di sini