Oleh: Pdt Manser Sagala, M.Th.
Di tengah dunia yang seringkali terasa seperti “badai tanpa henti”—mulai dari ketidakpastian ekonomi, konflik sosial, hingga krisis personal—mengandalkan Tuhan Yesus bukan sekadar pilihan religius, tapi menjadi sauh (jangkar) bagi jiwa.
Tanpa pegangan yang kuat, mudah bagi kita untuk hanyut dalam kecemasan atau keputusasaan.
Berikut adalah beberapa poin mengapa dan bagaimana sikap ini menjadi krusial bagi orang percaya:
1. Dasar Keamanan yang Tidak Tergoncangkan
Dunia menawarkan keamanan yang semu (uang, jabatan, atau koneksi). Namun, Alkitab mengingatkan bahwa semuanya itu bisa lenyap. Mengandalkan Tuhan berarti membangun rumah di atas Batu Karang.
Mazmur 46:2: “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.”
2. Damai Sejahtera yang Melampaui Akal
Kekacauan dunia seringkali tidak masuk akal, maka kita butuh damai yang juga melampaui logika manusia. Saat kita berserah, kita melepaskan kendali yang sebenarnya memang bukan milik kita, dan membiarkan Tuhan yang memegang kendali.
3. Menjadi Terang di Tengah Kegelapan
Orang yang mengandalkan Tuhan akan terlihat berbeda. Di saat orang lain panik, mereka tetap tenang. Ketenangan inilah yang menjadi kesaksian hidup (khotbah tanpa kata-kata) bagi orang di sekitar yang sedang mencari harapan.
Bagaimana Mewujudkannya Secara Praktis?
Filter Informasi dengan Firman:
Jangan biarkan berita buruk (hoaks, gosip, atau berita negatif) mendominasi pikiranmu lebih dari janji Tuhan *.
Doa sebagai Respons Pertama:
Jadikan doa sebagai kemudi, bukan ban serep yang baru dicari saat keadaan darurat saja.
Komunitas yang Menguatkan:
Tetaplah tertanam dalam persekutuan, karena mengandalkan Tuhan seringkali dilakukan melalui tangan sesama saudara seiman.
”Mengandalkan Tuhan tidak berarti masalah kita otomatis hilang, tetapi itu berarti kita tidak lagi menghadapinya sendirian.”
Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, orang percaya tidak dipanggil untuk hidup dalam ketakutan, melainkan dalam iman. Mengandalkan Tuhan bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi hidup dengan keyakinan bahwa Tuhan berjalan bersama kita dalam setiap musim kehidupan. Saat badai datang, jangkar iman kepada Kristuslah yang menahan kita agar tidak hanyut.
Tetaplah berpegang pada firman, setia dalam doa, dan hidup dalam persekutuan yang menguatkan. Di situlah damai sejahtera Tuhan bekerja, melampaui segala akal manusia, dan menjadikan hidup kita terang bagi dunia yang sedang gelap.
“Berbahagialah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN.” (Yeremia 17:7)
Tuhan Yesus memberkati kita semua. (A27)
Tuhan Yesus memberkati kita semua
Cp konseling dan Doa permohonan 0811762709 Pdt Manser Sagala MTh










Jadilah yang pertama berkomentar di sini