Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.
Hari Minggu pertama setelah Kenaikan Yesus Kristus ke surga merupakan momen transisi yang sangat krusial bagi para murid.
Berdasarkan catatan Alkitab, khususnya dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, berikut adalah penjelasan mengenai apa yang terjadi pada masa tersebut:
1. Masa Penantian (Masa Adven Roh Kudus)
Kenaikan Yesus terjadi pada hari ke-40 setelah Kebangkitan-Nya. Karena Kenaikan selalu jatuh pada hari Kamis, maka hari Minggu berikutnya berada di dalam masa penantian 10 hari menuju hari Pentakosta (hari ke-50).
Pada hari Minggu tersebut, para murid tidak lagi bersama Yesus secara fisik, namun mereka sedang menaati perintah terakhir-Nya untuk tetap tinggal di Yerusalem.
”Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka menantikan janji Bapa, yang demikian kata-Nya telah kamu dengar dari pada-Ku.’” (Kisah Para Rasul 1:4)
2. Bertekun dalam Doa Bersama
Apa yang dilakukan para murid di hari-hari itu? Mereka tidak berpencar atau kembali menjala ikan, melainkan berkumpul di ruang atas (loteng) untuk berdoa dengan sehati.
Siapa yang hadir: Kesebelas rasul, beberapa perempuan, Maria ibu Yesus, dan saudara-saudara Yesus.
Aktivitas: Mereka mengubah kesedihan karena perpisahan menjadi ketekunan dalam doa.
”Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.” (Kisah Para Rasul 1:14)
3. Pemilihan Matias (Penggenapan Jumlah Rasul)
Kemungkinan besar pada rentang waktu antara Kenaikan dan Pentakosta ini (yang mencakup hari Minggu tersebut), Petrus berdiri di tengah-tengah jemaat untuk mengusulkan pengganti Yudas Iskariot. Mereka merasa perlu melengkapi jumlah “Dua Belas” sebelum Roh Kudus turun.
Kriteria pengganti:
Harus orang yang senantiasa menyertai mereka selama Yesus hidup di bumi.
Menjadi saksi kebangkitan-Nya.
”Dan mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.”
(Kisah Para Rasul 1:26)
4. Sukacita dan Pujian di Bait Allah
Meskipun Yesus sudah naik ke surga, suasana hati para murid pada hari Minggu itu bukanlah duka, melainkan sukacita yang besar. Injil Lukas mencatat bahwa mereka sangat sering berada di Bait Allah untuk memuliakan Allah.
”Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.” (Lukas 24:52-53)
Ringkasan Makna
Hari Minggu setelah Kenaikan adalah simbol dari gereja yang menanti. Secara teologis, ini mengajarkan kita tentang:
Ketaatan: Tetap tinggal di tempat yang ditentukan Tuhan.
Kesatuan: Berdoa bersama dalam satu hati (sehati sepikir).
Kesiapan: Mempersiapkan struktur (pemilihan Matias) untuk misi besar yang akan datang.
Kondisi “hening” di hari Minggu tersebut adalah ketenangan sebelum “badai” api Roh Kudus turun pada hari Pentakosta.
Penantian para murid mengajarkan bahwa kuasa Tuhan sering kali lahir dari kesetiaan dalam doa dan ketaatan. Sebelum mujizat besar Pentakosta terjadi, ada masa tenang yang membentuk iman, kesabaran, dan persatuan. Dari ruang doa sederhana di Yerusalem, lahirlah gereja yang kemudian memberitakan Injil ke seluruh dunia. (A27)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini