Caracas, Sinata.id – Perdagangan minyak Venezuela belum menunjukkan tanda melambat. Di tengah dinamika geopolitik dan perubahan kebijakan sanksi, tanker-tanker pengangkut minyak negara Amerika Latin itu masih aktif berlayar menuju kawasan Karibia sebelum akhirnya masuk ke pasar global.
Informasi dihimpun Selasa (10/3/2026), pergerakan terbaru datang dari kapal tanker milik North American Blue Energy Partners Inc. (NABEP) yang saat ini tengah membawa muatan minyak mentah Venezuela menuju wilayah Karibia. Perusahaan energi yang didukung pengusaha energi asal Amerika Serikat, Harry Sargeant III, itu berencana memasarkan kembali minyak tersebut melalui jaringan pedagang komoditas internasional.
Kargo minyak tersebut rencananya akan ditawarkan kepada dua raksasa perdagangan energi dunia, yakni Trafigura Group dan Vitol Group. Kedua perusahaan ini dikenal sebagai pemain utama dalam distribusi minyak global, khususnya di pasar perdagangan spot.
Baca Juga: Korban Tewas Akibat Perang Iran Tembus 1.200 Jiwa dan Konflik Menjalar ke Banyak Negara
Di sisi lain, aktivitas pengiriman minyak itu terjadi saat sebuah kapal tanker bernama Skage tengah memuat hampir satu juta barel minyak mentah dari terminal utama di Venezuela. Setelah proses pemuatan selesai, kapal tersebut dijadwalkan bergeser menuju kawasan Karibia sebagai titik transit sebelum minyak dijual kembali ke pembeli internasional.
Langkah ini mencerminkan bagaimana Venezuela masih mampu mempertahankan aliran ekspor minyaknya, meskipun sempat dibatasi oleh berbagai sanksi internasional. Perusahaan-perusahaan perdagangan energi memanfaatkan jalur logistik Karibia sebagai titik distribusi strategis untuk menyalurkan minyak mentah Venezuela ke pasar yang lebih luas.
Momentum pengiriman ini juga tidak lepas dari kondisi pasar energi global yang sedang bergejolak. Harga minyak dunia sempat melonjak mendekati US$100 per barel, dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang membuat pasar khawatir terhadap gangguan pasokan energi.
Situasi tersebut membuka peluang bagi minyak Venezuela kembali diminati. Ketika pasokan global terancam terganggu, setiap sumber energi alternatif menjadi incaran para pedagang komoditas.
Dengan kata lain, jalur Karibia kini berfungsi seperti “hub logistik baru” bagi minyak Venezuela. Dari wilayah transit tersebut, komoditas energi itu dapat dengan cepat didistribusikan ke berbagai pasar, mulai dari Amerika hingga Eropa dan Asia.
Pergerakan tanker-tanker ini menjadi sinyal bahwa dalam pasar energi global yang sangat dinamis, arus perdagangan minyak sering kali menemukan jalan baru, bahkan ketika tekanan politik dan sanksi internasional masih membayangi industri migas Venezuela. [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini