Kuwait, Sinata.id – Serangkaian drone dan rudal Iran dilaporkan menghantam sejumlah fasilitas penting di negara Kuwait, termasuk bandara internasional dan kantor lembaga negara.
Ledakan keras dilaporkan terjadi di sekitar kawasan vital negara itu, memicu respons cepat militer Kuwait untuk menghadapi gelombang serangan yang datang dari udara.
Target yang disasar bukan hanya fasilitas transportasi, tetapi juga infrastruktur pemerintahan.
Baca Juga: Dari 132 Situs Judi Online Diungkap Bareskrim, Hanya 16 Kasus yang Sudah Inkracht
Salah satu lokasi yang terdampak adalah kantor Public Institution for Social Security (PIFSS) atau lembaga jaminan sosial Kuwait. Bangunan tersebut dilaporkan terbakar setelah serangan terjadi, memperlihatkan bagaimana konflik regional kini mulai merembet ke fasilitas sipil strategis.
Serangan juga diarahkan ke Bandara Internasional Kuwait, salah satu pintu utama mobilitas udara di kawasan Teluk.
Kementerian Pertahanan Kuwait menyebutkan serangan dilakukan menggunakan drone yang menargetkan fasilitas penyimpanan bahan bakar di area bandara. Aparat militer segera bergerak setelah objek terbang mencurigakan memasuki wilayah udara negara itu pada dini hari.
Juru bicara militer Kuwait, Kolonel Saud Abdulaziz Al-Atwan, mengatakan angkatan bersenjata negara itu menghadapi gelombang drone yang dianggap sebagai ancaman langsung terhadap infrastruktur penting.
Menurutnya, serangan tersebut merupakan upaya menghantam fasilitas vital yang berkaitan dengan transportasi dan energi.
Serangan di Kuwait terjadi di tengah eskalasi konflik yang semakin luas di Timur Tengah.
Sejumlah negara Teluk lain juga melaporkan ancaman serupa. Sistem pertahanan udara di beberapa negara, termasuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, dilaporkan aktif menghadapi potensi serangan rudal maupun drone yang datang dari arah Iran.
Di Arab Saudi, militer setempat bahkan mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah drone yang mencoba memasuki wilayah udara kerajaan.
Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik yang sebelumnya terpusat pada Iran dan Israel kini mulai berdampak pada negara-negara Teluk yang memiliki hubungan militer dengan Amerika Serikat.
Serangan ke bandara dan lembaga negara memperlihatkan perubahan pola target dalam konflik tersebut.
Awalnya, serangan balasan Iran banyak diarahkan ke pangkalan militer atau fasilitas yang terkait dengan Amerika Serikat. Namun dalam perkembangan terbaru, sejumlah fasilitas sipil strategis, seperti energi, bandara, hingga instalasi publik, ikut terdampak.
Ketegangan di kawasan meningkat tajam sejak akhir Februari 2026 setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Operasi tersebut menargetkan berbagai fasilitas militer, termasuk sistem rudal dan program strategis Iran.
Sejak saat itu, Iran melancarkan serangkaian serangan balasan ke berbagai titik di kawasan, termasuk negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika.
Serangan ke Kuwait menjadi salah satu episode terbaru dari konflik yang kini menjalar ke berbagai wilayah Timur Tengah.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa ratusan drone dan puluhan rudal telah ditembakkan dalam rangkaian serangan yang saling berbalas di kawasan tersebut. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini