Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Ingat! BLT, BPNT dan PKH Cair Pebruari 2026

ingat! blt, bpnt dan pkh cair pebruari 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf

Jakarta, Sinata.id – Program bantuan sosial (bansos) berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) akan mulai disalurkan (dicairkan) pemerintah kepada penerima manfaat pada Pebruari 2026 mendatang.

Demikian disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf melalui keterangan persnya, Jumat (23/1/2026). Katanya, bansos tahun ini sekira 18 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Advertisement

Mensos menegaskan pemerintah telah merampungkan persiapan teknis yang diperlukan untuk memulai distribusi bansos pertama tahun 2026 ini.

“Penyaluran bansos reguler tahap pertama rencananya akan dimulai pada Februari untuk sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat, termasuk di dalamnya PKH dan bantuan sembako,” ujar Saifullah, yang juga biasa disapa Gus Ipul.

Baca Juga  Kemnaker Siapkan Posko Aduan THR dan BHR 2026

Ia menjelaskan bahwa BPNT pada 2026 akan diberikan sebesar Rp200.000 per bulan kepada setiap KPM, dengan sistem penyaluran triwulanan sehingga setiap keluarga berhak menerima total Rp600.000 untuk periode Januari–Maret.

Sementara besaran bantuan PKH ditetapkan bervariasi, tergantung kebutuhan dan kondisi masing-masing penerima, seperti anak sekolah, penyandang disabilitas, ibu hamil, hingga lanjut usia.

Pernyataan tersebut menjadi jawaban atas tingginya antisipasi masyarakat terhadap informasi bansos awal tahun, mengingat jumlah penerima yang mencapai jutaan orang dan jadwal penerimaan yang dinantikan.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menyalurkan berbagai bantuan lain seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan kesehatan, untuk memastikan kebutuhan dasar tetap terjaga sementara penyaluran PKH–BPNT rampung.

Baca Juga  Pembelian LPG 3 Kg Akan Wajib Gunakan NIK Mulai 2026

Mengenai mekanisme penyaluran, Saifullah Yusuf menambahkan bahwa skema distribusi bansos masih akan memanfaatkan bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta PT Pos Indonesia. Adapun rencana penyaluran melalui koperasi desa setempat masih menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden Prabowo Subianto.

Langkah pemerintah ini dianggap krusial, terutama karena momen penyaluran bertepatan dengan persiapan masyarakat menyambut bulan suci Ramadan dan hari besar keagamaan Idul Fitri 1447 H, dimana pada umumnya ditandai dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Saifullah berharap penyaluran dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran, sehingga bantuan sosial benar-benar menjadi jaring pengaman ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (A18)

Baca Juga  Anggaran Pendidikan 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini