Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Indonesia Ekspor 2.280 Ton Beras Premium ke Arab Saudi

indonesia ekspor 2.280 ton beras premium ke arab saudi
RI ekspor beras ke Arab Saudi

Jakarta, Sinata.id – Pemerintah Indonesia resmi melepas ekspor perdana beras cadangan pemerintah (CBP) premium sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi, Rabu (4/3/2026). Pelepasan dilakukan di Gudang Perum BULOG oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Ekspor tahap awal ini senilai sekitar Rp38 miliar dan menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen beras.

Advertisement

“Ini ekspor perdana ke Arab Saudi dan momentum yang baik karena stok kita saat ini mencapai 3,7 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Maret,” ujar Amran.

Beras yang dikirim merupakan CBP premium dengan standar kualitas tinggi. Menurut Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, pecahan beras hanya 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen.

Baca Juga  Ini Poin PP Pengupahan Acuan UMP yang Telah Ditandatangani Presiden Prabowo

Baca: ​Pisang Kepok Sumut Tembus Malaysia, Nilai Ekspor Capai Rp270 Juta

“Selama ini, beras premium di Indonesia biasanya pecahannya 15 persen. Ini jelas kualitas premium,” kata Ahmad.

Ekspor ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beras sekitar 215 ribu jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Pemerintah menilai potensi pasar lebih besar karena mencakup jemaah umrah dan warga Indonesia yang menetap di Saudi, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 2 juta orang per tahun.

Amran menambahkan, kebutuhan beras untuk jemaah haji Indonesia di Arab Saudi diperkirakan mencapai 20–50 ribu ton.

Selain Arab Saudi, pemerintah juga telah menjajaki ekspor beras ke Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina. “Ini aksi nyata, bukan ilusi. Kita kirim 2.000 ton, bukan 1.000 ton,” tegasnya. (A58)

Baca Juga  Ateng Sutisna Ingatkan Gugatan Atas Dugaan Perusahaan Penyebab Bencana Sumatera Harus Menang

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini