Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Imbauan Ephorus HKBP: Jemaat Rayakan Natal dengan Sederhana

imbauan ephorus hkbp: jemaat rayakan natal dengan sederhana
Pdt Victor Tinambunan. ist

Pematangsiantar, Sinata.id – Ephorus HKBP, Victor Tinambunan, menghimbau seluruh jemaat HKBP untuk merayakan Natal tahun ini dengan sederhana, berupa ibadah tanpa pesta atau acara kemeriahan.

Hal tersebut ia sampaikan dalam bentuk surat pastoral Nomor : 1757/L08/XII/2025, sebagai wujud empati bagi korban bencana yang melanda Pulau Sumatera. Surat tersebut di bacakan di seluruh gereja HKBP, pada Minggu (7/12/2025).

Advertisement

Dalam surat, Ephorus mengutarakan keprihatinannya atas bencana ekologis yang terjadi di Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat. Dia mengajak seluruh warga jemaat untuk merayakan Natal dengan hati yang penuh empati dan solidaritas terhadap sesama yang sedang menderita.

Sehubungan dengan itu, kami menyerukan agar perayaan Natal tahun 2025 di seluruh HKBP dapat dilaksanakan sebagai masa perenungan dan doa bagi para korban bencana.

Baca Juga  Jelang Libur Imlek 2026, Antrean Solar Mengular di SPBU Pematangsiantar

Seluruh liturgi dan pelayanan firman diharapkan menjadi doa keprihatinan bagi pemulihan saudara-saudara kita yang terdampak.

HKBP juga mengimbau agar tidak ada dokumentasi di media sosial yang menampilkan kemeriahan yang berlebihan, makanan berlimpah atau bentuk perayaan yang dapat melukai perasaan para korban.

Setiap gereja juga diharapkan mengupayakan bentuk kasih diakonal (bantuan) sesuai kemampuan jemaat sebagai wujud nyata solidaritas gereja.

Penulis : Hendrik Nainggolan

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini