Di sisi lain, Straits Times Index justru menguat 0,15 persen.
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa tekanan yang terjadi masih sejalan dengan pergerakan pasar global.
Menurutnya, koreksi yang dialami pasar domestik merupakan akumulasi dari penurunan bursa regional saat Indonesia berada dalam periode libur.
Jeffrey juga mengingatkan investor agar tidak terpancing kepanikan. Ia meminta pelaku pasar tetap fokus pada fundamental emiten serta strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing.
BEI turut menepis anggapan bahwa kondisi saat ini menyerupai krisis pasar modal saat pandemi Covid-19.
Otoritas bursa menilai struktur pasar Indonesia kini jauh lebih kuat dengan jumlah investor domestik yang telah menembus 27 juta orang.
Meski dibayangi ketidakpastian global seperti gejolak harga komoditas, tensi geopolitik Timur Tengah, dan fluktuasi nilai tukar rupiah, pihak bursa memastikan seluruh sistem perdagangan tetap berjalan normal, transparan, serta efisien sesuai mekanisme pasar. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini