Oleh: Pastor Dion Pamomban
Saat Teduh Abba Home Family
Kamis, 4 Desember 2025
Setiap orang Kristen tentu mengaku mengasihi Allah. Namun Alkitab tidak menilai kasih hanya dari kata-kata, melainkan dari buah hidup dan ketaatan. Yohanes memberikan tanda-tanda yang jelas tentang pribadi yang benar-benar mengasihi Allah.
Seorang yang mengasihi Allah akan menunjukkan empat ciri penting dalam hidupnya:
*1. Taat kepada Allah.*
Kasih sejati mendorong kita melakukan apa yang Tuhan perintahkan, bukan hanya memahami firman tetapi hidup menurutnya.
*2. Mengasihi sesama.*
Orang yang mengasihi Allah pasti mengasihi manusia. Sebab tidak mungkin seseorang berkata mengasihi Allah yang tidak kelihatan, tetapi membenci sesamanya yang terlihat.
*3. Keluar dari kegelapan.*
Ia tidak lagi menikmati dosa, iri, kebencian, dendam, atau cara hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan.
*4. Meneladani Kristus.*
Paulus berkata, βTurutilah aku, seperti aku meneladani Kristus.β (1 Kor. 11:1). Orang yang hidup dalam kasih akan mencerminkan karakter Yesus dalam perkataan, sikap, dan perbuatannya.
*Pembacaan Alkitab*
1 Yohanes 2:7-11 (TB)
> Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.
(8) Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya.
(9) Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.
(10) Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
(11) Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
*Pertanyaan Perenungan*
1. Mengapa banyak orang lebih memilih gelap daripada terang? (ay. 7-11)
2. Seperti apakah orang yang bebas dari kebencian? (ay. 9)
3. Mengapa membenci disamakan dengan hidup dalam gelap? (ay. 9)
4. Apa maksud ayat 11 mengenai orang yang dibutakan oleh kegelapan?
5. Di dalam siapa tidak ada penyesatan? (ay. 10)
Renungkan dengan jujur, nilai diri kita di hadapan Tuhan.
Kiranya firman ini mengingatkan kita bahwa kasih kepada Allah harus nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita mengasihi sesama, memaafkan, melepaskan kebencian, serta meneladani Kristus, maka terang-Nya bercahaya dalam hidup kita.
Marilah kita hidup dalam kasih, keluar dari kegelapan, dan berjalan dalam terang Kristus.
Biarlah kasih Allah memenuhi hati kita hingga dunia melihat Yesus melalui hidup kita.
Tetap semangat bersaat teduh.
Kasih mengalahkan kebencian, terang mengusir kegelapan!(A27).










Jadilah yang pertama berkomentar di sini