Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Hidup dalam Terang: Ciri Pengikut Kristus yang Sejati

hidup dalam terang: ciri pengikut kristus yang sejati
Pastor Dion Panomban.

Oleh: Pastor Dion Pamomban

Saat Teduh Abba Home Family
Kamis, 4 Desember 2025

Advertisement

Setiap orang Kristen tentu mengaku mengasihi Allah. Namun Alkitab tidak menilai kasih hanya dari kata-kata, melainkan dari buah hidup dan ketaatan. Yohanes memberikan tanda-tanda yang jelas tentang pribadi yang benar-benar mengasihi Allah.

Seorang yang mengasihi Allah akan menunjukkan empat ciri penting dalam hidupnya:

*1. Taat kepada Allah.*

Kasih sejati mendorong kita melakukan apa yang Tuhan perintahkan, bukan hanya memahami firman tetapi hidup menurutnya.

*2. Mengasihi sesama.*

Orang yang mengasihi Allah pasti mengasihi manusia. Sebab tidak mungkin seseorang berkata mengasihi Allah yang tidak kelihatan, tetapi membenci sesamanya yang terlihat.

Baca Juga  Tidak Ada Mahkota Tanpa Salib

*3. Keluar dari kegelapan.*

Ia tidak lagi menikmati dosa, iri, kebencian, dendam, atau cara hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan.

*4. Meneladani Kristus.*

Paulus berkata, β€œTurutilah aku, seperti aku meneladani Kristus.” (1 Kor. 11:1). Orang yang hidup dalam kasih akan mencerminkan karakter Yesus dalam perkataan, sikap, dan perbuatannya.

*Pembacaan Alkitab*

1 Yohanes 2:7-11 (TB)

> Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.
(8) Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya.
(9) Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.
(10) Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
(11) Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Baca Juga  Kasih Yesus: Pengorbanan Tertinggi yang Memberi Hidup Kekal

*Pertanyaan Perenungan*

1. Mengapa banyak orang lebih memilih gelap daripada terang? (ay. 7-11)
2. Seperti apakah orang yang bebas dari kebencian? (ay. 9)
3. Mengapa membenci disamakan dengan hidup dalam gelap? (ay. 9)
4. Apa maksud ayat 11 mengenai orang yang dibutakan oleh kegelapan?
5. Di dalam siapa tidak ada penyesatan? (ay. 10)

Renungkan dengan jujur, nilai diri kita di hadapan Tuhan.

Kiranya firman ini mengingatkan kita bahwa kasih kepada Allah harus nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita mengasihi sesama, memaafkan, melepaskan kebencian, serta meneladani Kristus, maka terang-Nya bercahaya dalam hidup kita.

Marilah kita hidup dalam kasih, keluar dari kegelapan, dan berjalan dalam terang Kristus.
Biarlah kasih Allah memenuhi hati kita hingga dunia melihat Yesus melalui hidup kita.

Baca Juga  Penyerahan kepada Yesus: Jalan Iman Menuju Hidup yang Berkenan kepada Allah

Tetap semangat bersaat teduh.
Kasih mengalahkan kebencian, terang mengusir kegelapan!(A27).

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini