Simalungun, Sinata.id – Momentum Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun dinilai seharusnya tidak hanya menjadi ajang seremonial yang penuh simbol dan retorika, tetapi juga menjadi ruang refleksi yang jujur atas capaian dan tantangan pembangunan daerah.
Ketua GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) Pematangsiantar-Simalungun (PSS), Yova Purba, menilai kinerja Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, belum menunjukkan progres yang signifikan.
“Aktivitas bupati lebih banyak diwarnai kehadiran dalam acara-acara seremonial, peresmian simbolik, dan kegiatan formalitas, sementara dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat masih minim dirasakan,” ucapnya, Sabtu (11/4/2026).
Ia menyebut berbagai persoalan mendasar hingga kini belum terselesaikan secara serius. Infrastruktur di sejumlah wilayah masih memprihatinkan dan dinilai menghambat pembangunan ekonomi. Selain itu, akses terhadap pelayanan publik dinilai belum merata dan optimal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat belum menunjukkan terobosan yang berarti.
Kondisi tersebut, menurutnya, menimbulkan pertanyaan terkait arah kinerja Bupati Simalungun dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris GMKI PSS, Flora Simbolon. Ia mengungkapkan bahwa Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun seharusnya menjadi momen refleksi dan evaluasi kinerja bagi Bupati Simalungun dan seluruh jajarannya.
“Kinerja tidak bisa diukur dari seberapa sering tampil di depan publik atau menghadiri acara resmi, tetapi dari sejauh mana mampu menghadirkan perubahan nyata dan berdampak langsung,” tutur Flora.
Flora juga menilai bahwa pemerintah daerah perlu keluar dari pola kerja yang terlalu berfokus pada kegiatan seremonial dan mulai menitikberatkan pada kerja-kerja substantif yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, GMKI PSS mendesak:
- Meminta kepada Bupati untuk menghentikan pola kepemimpinan yang berorientasi pada seremoni tanpa dampak nyata.
- Menjalankan program prioritas yang terukur yang berdampak langsung kepada masyarakat.
- Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.
- Fokus pada pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan ekonomi rakyat.
Menurut GMKI PSS, Hari Jadi Kabupaten Simalungun bukan sekadar peringatan historis, tetapi juga menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah.
Pemerintah diharapkan dapat hadir untuk masyarakat dan mampu menjawab harapan publik melalui kerja nyata yang berdampak langsung. (SN14)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini