Nias, Sinata.id β Kabar menggembirakan dirasakan para petani karet di Kabupaten Nias. Harga getah karet yang sebelumnya berada di kisaran Rp8 ribu per kilogram kini meningkat menjadi Rp15 ribu per kilogram.
Dampak dari kenaikan harga getah karet tersebut, membuat petani mulai bergairah, seperti dirasakan Arilina Hia dan Sinehe.
Arilina Hia mengaku bersyukur atas kenaikan harga komoditas yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pedesaan di Nias.
Menurutnya, kenaikan harga karet saat ini menjadi angin segar setelah dalam beberapa tahun terakhir petani harus menghadapi harga jual yang relatif rendah.
Saat ditemui, Lina menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah atas kondisi harga karet yang dinilai lebih menguntungkan bagi petani.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian dan perkebunan.
βYa, kami sangat bersyukur dengan harga karet saat ini yang mencapai Rp15 ribu per kilogram. Kami berterima kasih kepada pemerintah, terlebih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kenaikan harga ini sangat membantu ekonomi keluarga kami,β ujar Lina.
Meski demikian, sebut Sinehe, petani berharap pemerintah terus menjaga stabilitas harga komoditas perkebunan agar tidak kembali mengalami penurunan drastis.
Menurut Sinehe, kestabilan harga menjadi faktor penting bagi petani dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Selain berharap harga karet tetap bertahan, ia juga menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran.
βKalau bisa harga karet ini tetap stabil. Sebab harga beras sekarang sudah mencapai sekitar Rp25 ribu per jumba. Kami berharap pemerintah terus memperhatikan kesejahteraan petani agar hasil kerja kami sebanding dengan biaya hidup yang terus meningkat,β katanya. (SN25)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini