Jakarta, Sinata.id – Aktor Giorgino Abraham dan aktris Elina Joerg menjadi sorotan publik setelah membintangi serial populer Love & 10 Million Dollars.
Kehadiran sejumlah adegan dewasa dalam serial tersebut memicu beragam reaksi dari penonton, mulai dari pujian hingga kritik di media sosial.
Meski mendapat sorotan dan stigma negatif dari sebagian masyarakat, Giorgino menegaskan dirinya tidak merasa khawatir terhadap label yang mungkin melekat akibat peran yang dijalankannya.
Menurutnya, seorang aktor dituntut untuk mampu memerankan berbagai karakter sesuai kebutuhan cerita. Ia menilai keberanian mengambil peran yang menantang merupakan bagian dari profesionalisme dalam dunia seni peran.
“Saya tidak pernah takut dicap sebagai aktor yang memainkan adegan seperti itu. Bagi saya, itu bagian dari profesi seorang aktor,” ujar Giorgino saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).
Aktor kelahiran 1994 tersebut menegaskan bahwa keputusan menerima sebuah proyek tidak semata-mata karena adanya adegan dewasa. Ia mempertimbangkan kualitas cerita, sutradara, rumah produksi, hingga lawan main sebelum menyetujui sebuah peran.
“Esensi cerita menjadi pertimbangan utama. Saya juga melihat siapa sutradaranya, rumah produksinya, dan siapa yang terlibat dalam proyek tersebut,” katanya.
Adegan Intim Dilakukan Secara Profesional
Giorgino menjelaskan bahwa apa yang terlihat di layar sering kali berbeda dengan kondisi sebenarnya saat proses syuting berlangsung. Berbagai teknik sinematografi digunakan untuk menciptakan ilusi visual tanpa harus menampilkan adegan secara nyata.
Ia juga menegaskan memiliki batasan pribadi dalam menjalani adegan tertentu serta memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional.
“Ada banyak trik kamera dan pengambilan sudut gambar yang membuat adegan terlihat lebih ekstrem daripada kenyataannya,” jelasnya.
Elina Joerg Akui Sempat Dihujat Netizen
Senada dengan Giorgino, Elina Joerg mengaku menerima banyak pesan bernada negatif sejak serial tersebut mulai tayang.
Aktris berusia 26 tahun itu mengatakan sebagian penggemar merasa terkejut melihat dirinya tampil dalam karakter yang berbeda dari citra yang selama ini dikenal publik.
“Pada awal penayangan memang banyak pesan langsung yang berisi kritik dan hujatan. Banyak yang mengaku tidak menyangka saya mengambil peran seperti itu,” ungkap Elina.
Meski demikian, ia memilih untuk tidak terlalu memikirkan komentar negatif dan fokus pada pekerjaannya sebagai aktris.
Gunakan Body Double dan Intimacy Coordinator
Elina menegaskan bahwa seluruh adegan sensitif dalam serial tersebut dipersiapkan secara matang dengan standar profesional yang ketat.
Sebelum syuting berlangsung, para pemain menjalani diskusi terkait batasan masing-masing melalui proses boundaries check untuk memastikan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat.
Selain itu, beberapa adegan juga menggunakan pemeran pengganti atau body double.
“Tidak semua adegan dilakukan oleh saya sendiri. Ada beberapa bagian yang menggunakan body double. Kami juga selalu didampingi intimacy coordinator selama proses syuting,” jelasnya.
Serial Raih Kesuksesan Internasional
Di tengah pro dan kontra yang muncul, serial Love & 10 Million Dollars justru mencatatkan prestasi gemilang. Serial yang juga dibintangi oleh Davina Karamoy dan Anthony Xie tersebut berhasil masuk daftar trending di puluhan negara.
Kesuksesan tersebut bahkan mengantarkan tim produksi memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia setelah mencatatkan rekor sebagai serial Indonesia yang trending di negara terbanyak, yakni 34 negara.
Meski mendapat kritik dari sebagian penonton, baik Giorgino maupun Elina mengaku tetap terbuka terhadap proyek-proyek serupa selama memiliki cerita yang kuat dan proses produksi yang profesional. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini