Jakarta, Sinata.id – Film superhero terbaru DC, Supergirl, menghadapi berbagai tantangan menjelang perilisannya pada 26 Juni 2026.
Selain persaingan ketat dengan sejumlah film besar Hollywood, kontroversi yang melibatkan pemeran utamanya, Milly Alcock, turut menjadi sorotan publik.
Berdasarkan laporan sejumlah media hiburan internasional, film yang disutradarai oleh James Gunn itu diperkirakan meraih pendapatan antara 47 juta hingga 65 juta dolar AS pada akhir pekan pembukaannya di Amerika Utara.
Sementara itu, biaya produksi film tersebut dilaporkan mencapai sekitar 170 juta dolar AS. Ditambah biaya promosi dan pemasaran yang diperkirakan melampaui 75 juta dolar AS, total investasi untuk film ini disebut mendekati 245 juta dolar AS.
Dengan nilai investasi tersebut, Supergirl diperkirakan membutuhkan pendapatan global yang jauh lebih besar untuk mencapai titik impas.
Persaingan Ketat di Bioskop
Selain faktor kontroversi, Supergirl juga menghadapi persaingan dari sejumlah film yang dijadwalkan tayang berdekatan.
Film animasi Toy Story 5 dijadwalkan rilis pada 19 Juni 2026, atau sepekan sebelum Supergirl. Kemudian, film Minions & Monsters akan hadir hanya beberapa hari setelah Supergirl tayang.
Tak hanya itu, versi live-action Moana juga dijadwalkan tayang pada 10 Juli 2026 dan diprediksi menjadi salah satu film keluarga terbesar tahun ini.
Kondisi tersebut membuat persaingan perebutan penonton di bioskop semakin ketat selama musim panas 2026.
Komentar Milly Alcock Tuai Perdebatan
Nama Milly Alcock menjadi perbincangan setelah komentarnya dalam sebuah wawancara menuai reaksi beragam di media sosial.
Aktris yang sebelumnya dikenal lewat serial House of the Dragon itu menanggapi kritik yang diterimanya secara daring. Ia menyebut sebagian komentar negatif berasal dari akun anonim dan sejumlah pengguna media sosial dengan identitas tertentu.
Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan di berbagai platform media sosial. Sebagian pengguna menilai komentarnya bernada sindiran, sementara yang lain menganggap pernyataannya hanya ditujukan kepada akun-akun yang menyerangnya secara pribadi.
Kontroversi itu membuat nama Milly Alcock terus menjadi topik pembahasan menjelang perilisan Supergirl.
DC Studios Tetap Optimistis
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, DC Studios masih menaruh harapan besar terhadap Supergirl sebagai bagian dari pengembangan semesta baru DC Universe di bawah kepemimpinan James Gunn.
Film ini menjadi salah satu proyek penting yang diharapkan dapat memperkuat fondasi DC Universe setelah kesuksesan beberapa proyek sebelumnya.
Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana Supergirl akan diterima penonton saat resmi tayang di bioskop pada akhir Juni mendatang, serta apakah kontroversi yang melibatkan pemeran utamanya benar-benar berdampak terhadap performa box office film tersebut. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini