Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Gajah Sumatera Ditembak, Dibantai, dan Dijarah

gajah sumatera ditembak, dibantai, dan dijarah
Gajah Sumatera ditemukan tewas ditembak di Pelalawan, Riau, dengan gading dan belalai hilang. Polisi memburu pemburu liar yang diduga membunuh satwa langka ini. (Ist)

Riau, Sinata.id — Keheningan hutan konsesi di Kabupaten Pelalawan berubah menjadi lokasi kejahatan satwa liar paling kejam tahun ini. Seekor gajah Sumatera ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, diduga kuat menjadi korban pemburu ilegal yang mengincar bagian tubuhnya.

Bangkai satwa dilindungi itu pertama kali ditemukan warga pada Senin (2/2/2026), setelah aroma busuk menyengat tercium dari dalam kawasan hutan. Saat didekati, pemandangan mengerikan tersaji: tubuh gajah membusuk, sebagian kepala dan belalai sudah hilang, sementara dua gadingnya lenyap tanpa jejak.

Advertisement

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau memastikan kematian tersebut bukan kecelakaan. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan serpihan peluru yang bersarang di tengkorak bagian belakang kepala gajah.

Baca Juga  Setelah Viral dan Menuai Protes, Kasus Hogi Minaya Suami Korban Jambret Akhirnya Ditutup

“Proyektil ditemukan di bagian belakang tengkorak, bersarang di dalam tulang,” ujar Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Riau, drh Rini Deswita, Jumat (6/2/2026).

Rini menambahkan, kondisi tubuh menunjukkan bahwa gajah tersebut telah mati sekitar 10 hari sebelum ditemukan. Bagian dahi, mata, hingga belalai sudah tidak ada, dan kedua gading raib, menguatkan dugaan bahwa ini adalah aksi perburuan terencana.

“Sebagian kepala, mulai dari dahi, mata, sampai belalai, hilang. Gading juga tidak ditemukan,” katanya.

Kasus ini memicu kemarahan aparat kepolisian. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan bahwa kematian gajah tersebut merupakan tindak pidana serius yang tidak akan dibiarkan berlalu tanpa proses hukum.

“Gajah ini jelas dibunuh dengan sengaja. Ini perbuatan keji oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Herry, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga  Dua Pemuda Asal Medan dan Sidempuan Ditangkap di Siantar

Kini, perburuan terhadap pelaku pun dimulai. Polda Riau, bersama polisi kehutanan dan BKSDA, membentuk tim khusus untuk memburu jaringan pemburu liar yang diduga terlibat. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini