Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Erupsi Semeru Luncurkan Awan Panas, Status Siaga Ditetapkan

erupsi semeru luncurkan awan panas, status siaga ditetapkan
Ilustrasi Semeru Erupsi

Malang, Sinata.id – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup intens pada Sabtu, 7 Maret 2026. Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu mengalami erupsi yang disertai luncuran awan panas guguran.

Letusan yang paling signifikan terjadi pada pukul 10.20 WIB. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari rangkaian sembilan kali erupsi yang tercatat sepanjang hari.

Advertisement

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menjelaskan bahwa erupsi tersebut terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 12 milimeter dan durasi sekitar 4 menit 35 detik.

Meski tinggi kolom abu tidak dapat diamati karena puncak gunung tertutup kabut tebal, petugas memastikan awan panas guguran meluncur ke arah tenggara, tepatnya menuju kawasan Besuk Kobokan. Wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai jalur aliran material vulkanik dari puncak gunung.

Baca Juga  Wanita Muda di Siantar Dibekuk Polisi Simpan Belasan Butir Ekstasi

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada hari itu terpantau cukup aktif. Erupsi pertama tercatat pada pukul 00.23 WIB dan berlanjut hingga beberapa kali letusan berikutnya sebelum erupsi awan panas terjadi menjelang siang.

Seiring meningkatnya aktivitas tersebut, status gunung saat ini ditetapkan pada Level III atau Siaga oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Status ini menandakan adanya potensi bahaya yang memerlukan peningkatan kewaspadaan dari masyarakat.

Baca juga: Semeru dan Gunung Ibu Sama-Sama Erupsi, PVMBG Keluarkan Imbauan Waspada

Warga di sekitar lereng gunung diminta mematuhi sejumlah rekomendasi keselamatan. Salah satunya adalah tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.

Baca Juga  Hingga Kemarin, 6,2 Juta Pemudik Gunakan Angkutan Umum

Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

Peringatan juga berlaku untuk area dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung. Zona ini rawan terhadap lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan.

Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar dingin yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Beberapa aliran sungai yang perlu mendapat perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, ancaman lahar juga dapat terjadi di sejumlah anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.

Baca Juga  Warung Sembako di Simalungun Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

Pihak berwenang memastikan pemantauan aktivitas gunung akan terus dilakukan. Informasi terbaru terkait perkembangan situasi juga akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini