Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Hukum & Peristiwa

Dugaan Pungli Bantuan Jaminan Hidup di Barus Tuai Sorotan Warga

dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) mencuat di lingkungan iii kelurahan padang masiang, kecamatan barus, tapanuli tengah (tapteng).
Ilustrasi(ft: AI)

Tapanuli Tengah, Sinata.id – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) mencuat di Lingkungan III, Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah (Tapteng).

Oknum kepala lingkungan (kepling) berinisial TM menjadi sorotan setelah dilaporkan meminta sejumlah uang kepada warga.

Advertisement

Seorang warga, Resti Anih Purba mengaku dimintai uang oleh kepling tersebut dengan dalih sebagai bentuk “ucapan terima kasih” atas bantuannya dalam pengurusan berkas agar dirinya terdaftar sebagai penerima bantuan.

Pengakuan itu disampaikan Resti dalam surat pernyataan yang dihimpun pada Jumat (10/4/2026). Dalam keterangannya, ia menyebut permintaan uang tersebut berkaitan dengan pencairan dana bantuan sosial yang diterimanya.

Resti juga mengungkapkan, bahwa dirinya menyerahkan uang tersebut karena merasa tertekan. Ia khawatir akan dipersulit dalam pengurusan bantuan lain, seperti program bantuan rumah rusak, jika tidak memenuhi permintaan tersebut.

Baca Juga  Gubsu dan Bupati Tapteng Tinjau Sungai di Sarudik, Janjikan Percepat Pembangunan Sheet Pile

“Saya membuat pernyataan ini dengan jujur tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun,” tulisnya dalam surat tersebut.

Kasus ini pun memicu kekecewaan di tengah masyarakat. Warga menilai bantuan sosial seharusnya diterima secara utuh tanpa adanya potongan, terlebih jika disertai tekanan dari pihak tertentu.

Saat dikonfirmasi terkait dugaan tersebut, TM belum memberikan tanggapan.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Lurah Padang Masiang, Henra Hutauruk, mengaku telah menerima informasi serupa dari masyarakat. Ia menyebut nilai pungutan yang dilaporkan bervariasi.

“Ada informasi yang menyebutkan jumlahnya Rp300 ribu hingga Rp1 juta,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Meski demikian, pihak kelurahan masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Henra juga menyebut terdapat warga yang datang membawa bukti terkait dugaan pungutan tersebut.

Baca Juga  Patroli Blue Light Polres Tebing Tinggi Jaga Keamanan Malam Hari

Pemerintah setempat menyatakan akan melakukan klarifikasi guna memastikan fakta di lapangan, sekaligus menindaklanjuti laporan yang berkembang di masyarakat. (SN16)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini