Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

DPR Ingatkan SPPG Tak Layak dan Makanan Berbelatung Bisa Jadi “Bom Waktu”

dpr ingatkan sppg tak layak dan makanan berbelatung bisa jadi “bom waktu”
Irma Suryani Chaniago

Jakarta, Sinata.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan tajam dari DPR RI. Anggota Komisi IX, Irma Suryani Chaniago, mengungkapkan sejumlah temuan lapangan yang dinilai berpotensi membahayakan kesehatan penerima manfaat jika tidak segera dibenahi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam rapat dengar pendapat bersama Kepala BGN di Gedung Nusantara I, Senayan, Selasa (20/1/2026), Irma menyoroti kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih jauh dari standar.

Advertisement

Katanya, banyak dapur diketahui memanfaatkan rumah tinggal biasa, dengan sirkulasi udara minim, sistem pembuangan air yang buruk, serta menimbulkan aroma tidak sedap—indikasi lemahnya sanitasi.

Menurut Irma, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Ia mengingatkan BGN agar segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum masalah kebersihan berkembang menjadi krisis kesehatan yang lebih luas.

Baca Juga  Rieke Diah Pitaloka Soroti Kasus Pelecehan Seksual FH UI, Nilai Penanganan Kampus Ada Kejanggalan

“Dapur itu dari rumah, mohon maaf ventilasinya tidak ada, drainase pembuangan airnya susah, sehingga SPPG-nya bau, sanitasi buruk. Ini mungkin butuh evaluasi oleh BGN agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari,” tandas Irma.

Tak hanya soal infrastruktur dapur, Irma juga menyinggung rendahnya kepemilikan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS). Dari data yang ada, baru sekitar 32 persen atau 6.150 dapur SPPG yang telah mengantongi sertifikat tersebut. Artinya, sebagian besar dapur yang menyiapkan makanan untuk anak-anak dan ibu hamil masih beroperasi tanpa jaminan standar kebersihan yang memadai.

Kekhawatiran Irma semakin menguat setelah muncul laporan temuan makanan matang yang tidak layak konsumsi. Ia menyebut adanya kasus ayam goreng yang ditemukan mengandung belatung hidup, sebuah kondisi yang dinilai tidak masuk akal jika proses pengolahan dan penyimpanan dilakukan dengan benar.

Baca Juga  Ceramah Jusuf Kalla Viral, Tuai Sorotan Publik dan Respons Sejumlah Pihak

Irma menegaskan, temuan tersebut harus disikapi serius, termasuk membuka kemungkinan adanya kelalaian berat atau unsur kesengajaan. Menurutnya, keberadaan belatung pada makanan yang sudah dimasak tidak bisa ditoleransi dan menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan perlu diperketat secara menyeluruh. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini