Info Market CPO
πŸ—“ Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 1K β€’DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Regional

Dor! Tembakan Kapolres Pelabuhan Belawan Mengenai 2 Orang, Satu Korban Akhirnya Meninggal Dunia

seorang remaja meninggal dunia usak terkena tembakan kapolres pelabuhan belawan. korban meninggal bernama m. suhada alias ms (15).
Ilustrasi.

Medan, Sinata.id – Insiden tragis terjadi di ruas Tol Belmera, Medan, ketika kendaraan dinas Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, diserang sekelompok remaja yang diduga sedang terlibat dalam aksi tawuran. Dalam peristiwa tersebut, Oloan melepaskan tembakan yang mengenai dua remaja, satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia pada Senin pagi (5/5/2025).

Tembakan Kapolres Pelabuhan Belawan

Korban meninggal bernama M. Suhada alias MS (15), yang sempat dirawat di rumah sakit sebelum dinyatakan wafat.

Advertisement

β€œKami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya adik kita, M. Suhada. Saya mewakili jajaran Polda Sumut turut berduka cita atas kejadian ini,” ujar Kapolda Sumatera Utara, Irjen Whisnu Hermawan Februanto di Mapolda Sumut, Senin (5/5/2025).

Baca Juga  Keseruan PT RAG dan Warga Batu Godang Meriahkan HUT RI ke-80 di Tapsel

Kronologi insiden bermula pada Sabtu (3/5) sekitar pukul 19.30 WIB, ketika terjadi bentrok antara kelompok pemuda dari Lorong Stasiun dan Lingkungan 13 Selebes di kawasan Jalan Stasiun, Kecamatan Medan Belawan. Untuk mengantisipasi eskalasi situasi, Kapolres Belawan AKBP Oloan Siahaan memimpin apel kesiapan personel dan melakukan patroli serta siaga di Posko Berkawan hingga sekitar pukul 01.30 WIB, Minggu dini hari.

Sekira pukul 01.35 WIB, AKBP Oloan meninggalkan posko dan dalam perjalanan pulang, tepatnya sekitar pukul 02.05 WIB di Tol Belmera, rombongan kendaraan dinas yang ditumpanginya dihentikan oleh sekitar 10 pemuda yang membawa senjata tajam seperti celurit dan kelewang. Para pemuda tersebut diduga masih terlibat dalam aksi tawuran.

Baca Juga  Pemkab Tapteng Dukung Program 3 Juta Rumah

Bripda Ruben, yang bertugas sebagai sopir, sempat menyalakan lampu sorot panjang sebagai peringatan. Namun, para pemuda justru menghadang dan mengayunkan senjata tajam ke arah kendaraan hingga bagian depan mobil mengalami kerusakan.

Kapolres kemudian memerintahkan kendaraannya berhenti dan turun untuk memberi peringatan. Akan tetapi, dirinya justru menjadi sasaran lemparan batu dan petasan oleh kelompok tersebut. Dalam upaya meredam serangan, AKBP Oloan melepaskan tiga tembakan peringatan ke udara, namun situasi tidak mereda.

Merasa keselamatan jiwanya terancam, Oloan akhirnya melepaskan tiga tembakan ke arah bawah, yang ditujukan ke kaki para penyerang. Menurut penjelasan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, tindakan tersebut diambil sebagai bentuk pembelaan diri.

Baca Juga  Papan Reklame Tak Taat Pajak di Balige Toba Dirobohkan Petugas

β€œDengan penglihatan yang terbatas akibat serangan petasan dan lemparan batu, Kapolres melepaskan tiga tembakan ke arah kaki untuk melindungi diri dan menghindari jatuhnya korban dari pihak kepolisian,” terang Ferry, Minggu (4/5).

Dua remaja dinyatakan tertembak dalam insiden tersebut. Korban berinisial MS (15) mengalami luka tembak di bagian perut, sedangkan satu remaja lainnya, B (17), terkena tembakan di bagian tangan. MS kemudian meninggal dunia pada Senin pagi setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh fakta dalam insiden tersebut, termasuk memastikan apakah tindakan penggunaan senjata api oleh aparat telah sesuai dengan prosedur yang berlaku. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini