Sinata.id β Seorang remaja dilaporkan menjadi korban penganiayaan brutal setelah diserang dengan obeng oleh seorang pria yang dikenal di lingkungan sekitar kawasan Jalan Cemara, Simpang Gang Krakatau, Kecamatan Medan Timur.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Selasa (30/12/2025), sekitar pukul 09.30 WIB.
Sang ibu, Novita Sari Simanjuntak, tak butuh waktu lama untuk melapor ke Polsek Medan Timur setelah menyaksikan sendiri anaknya tergeletak bersimbah darah.
Menurut keterangan kepolisian, kejadian bermula ketika Novita mendengar suara pintu dibanting keras dari rumah seorang pria yang akrab disapa Joko.
Awalnya, ia mengira hanya terjadi cekcok rumah tangga biasa.
Namun, keributan kembali terdengar dari arah depan rumahnya, memicu kekhawatiran.
Baca Juga: Berawal dari Teguran Truk Bermuatan Berat, Insiden di Sunggal Berujung Laporan Penganiayaan
Saat keluar untuk memastikan, Novita dikejutkan oleh pemandangan mengerikan.
Anaknya, Refandi Alberto Purba, sudah dalam kondisi terluka parah, darah mengalir dari leher kiri.
Di dekatnya, Joko terlihat masih menggenggam obeng besi dan melancarkan tusukan berulang ke tubuh korban.
Kapolsek Medan Timur, Agus Manimbul Butar-Butar, mengungkapkan bahwa serangan diarahkan ke beberapa bagian vital.
βKorban mengalami luka tusuk di leher kiri, lengan atas kiri, dan punggung kiri. Pelapor melihat langsung pelaku melakukan penusukan dengan obeng,β ujarnya, Sabtu (3/1/2026).
Dalam kepanikan, Novita berteriak meminta bantuan warga.
Bersama seorang saksi bernama Wahyu, ia nekat berusaha melucuti obeng dari tangan pelaku dan memisahkan pelaku dari korban.
Upaya tersebut akhirnya berhasil menghentikan serangan.
Korban segera dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka serius yang dideritanya.
Sementara itu, polisi bergerak cepat. Beberapa jam setelah kejadian, terduga pelaku berhasil diamankan berikut barang bukti berupa obeng yang diketahui telah diasah.
βPelaku sudah kami amankan dan saat ini proses penyidikan masih berjalan. Kami menerapkan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,β tegas Agus.
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut serta melengkapi berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya. [dfb]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini