Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Direktur Laporkan Dugaan Suap Rekrutmen Pegawai Tirta Nauli

direktur perumda tirta nauli sibolga khairunnas panggabean resmi melaporkan dugaan suap rekrutmen pegawai tirta nauli tahun 2024.
Khairunnas Panggabean menggelar konferensi pers usai membuat laporan polisi ke Polres Sibolga. ist

Sibolga, Sinata.id – Direktur Perumda Tirta Nauli Sibolga Khairunnas Panggabean resmi melaporkan dugaan suap dalam proses penerimaan pegawai tahun 2024 ke pihak berwajib. Laporan ini menyusul beredarnya video pengakuan seorang calon pegawai yang viral di media sosial baru-baru ini.

Khairunnas menyatakan, langkah hukum ini diambil karena pengakuan dalam video tersebut telah mencemarkan nama baiknya sebagai pimpinan perusahaan pelat merah. Terlebih saat itu dirinya belum menjabat sebagai direksi.

Advertisement

β€œAda seseorang yang mangaku telah memberi sampai ratusan juta, bahkan ada kwitansinya. Saya merasa didiskreditkan, digiring semua opini seolah-olah saya yang menerima uang itu.

Sementara itu terjadi di tahun 2024 sebelum saya menjadi Direktur. Direktur saat itu bukan saya, Wali Kota pun saat itu bukan Wali Kota yang saat ini, tapi Wali Kota yang lama,” terang Khairunnas ditemui di pelataran Polres Sibolga, Jumat (16/5/2025).

Baca Juga  Kapolres Sibolga Beri Kejutan pada Peringatan Hari Jadi ke-77 Polwan

Adapun oknum yang dilaporkan oleh Khairunnas yakni salah seorang pegawai Perumda Tirta Nauli Sibolga, yang diduga sebagai oknum yang mengumpulkan uang dari 22 Calon pegawai yang menjadi korban.

Menariknya, Khairunnas mengaku memiliki bukti berupa rekaman video dan foto.

β€œDalam laporan saya, saya juga melaporkan salah seorang pegawai Perumda Tirta Nauli Sibolga yang merupakan orang yang menerima uang. Saya memiliki bukti video, saya memiliki bukti foto, bahwa yang bersangkutan ini menjadi perpanjangan tangan untuk mengumpulkan uang-uang itu. Dan mengenai kemana diberikan uang itu, nanti dibuktikan di Kepolisian,” ungkapnya

Dia mengutarakan bahwa selama kepemimpinannya di Perumda Tirta Nauli Sibolga, tidak akan pernah ada pengutipan uang untuk masuk menjadi pegawai.

Dia juga mengklarifikasi pernyataan di media sosial yang menyebut adanya kewajiban membayar bila masuk Perumda Tirta Nauli Sibolga. Menurut Khairunnas berita tersebut tidak benar alias Hoax.

Baca Juga  Wali Kota Sibolga Tinjau Jalan Sudirman yang Rusak, DPRD Sumut Janji Dorong Perbaikan

β€œJadi ada juga media (sosial) yang mengatakan diduga wajib membayarkan ketika masuk menjadi pegawai PDAM. Itu sepenuhnya saya nyatakan Hoax. Kedepan kalau tiba-tiba banyak pegawai kami yang pensiun karena sudah habis masa kerjanya, ada yang kami terima pegawai lagi, apakah semua orang mengatakan itu adalah orang yang sudah membayar. Ini merusak citra kami. Kami adalah pelayan di Kota Sibolga,” tukas Khairunnas.

Karena persoalan dugaan suap ini mempengaruhi kinerja mereka, Khairunnas berharap Polres Sibolga dapat memproses pengaduannya tersebut.

β€œJika proses ini berlarut-larut, ini bisa berpengaruh terhadap kinerja kami. Kami ingin ini segera tuntas. Kami harapkan kepada bapak Kapolres Sibolga untuk memproses persoalan ini dengan seterang-terangnya, siapa yang memberikan, siapa yang menerima suap. Semua harus diungkap seterang-terangnya,” imbuhnya.

Terkait pemberhentian kerja 22 orang calon pegawai menurut Khairunnas, sudah benar, bila menilik dari adanya dugaan suap yang disampaikan di media sosial.

Baca Juga  Syafril Firdaus, Dokter Spesialis Kandungan di Garut Viral Diduga Terlibat Kasus Pelecehan Pasien

Khairunnas juga menegaskan kepada masyarakat, untuk tidak percaya dengan isu miring terkait penerimaan pegawai di Perumda Tirta Nauli Sibolga, dengan syarat harus membayar pelicin hingga ratusan juta rupiah.

β€œYang sudah mengaku memberikan, itu semakin menguatkan, membenarkan keputusan saya memberhentikan pegawai yang 22 orang itu. Karena sudah diawali dengan proses yang buruk, proses yang salah. Dan secara hukum itu gugur demi hukum.

Jadi saya harapkan kepada masyarakat kota Sibolga agar tidak terpancing dengan isu-isu yang sengaja digiring. Karena ini tidak ada persoalan politik. Saya bekerja secara profesional, bukan orang politik.

Jangan dibawa-bawa ke persoalan politik, jangan digiring-giring seolah-olah saya yang menerima uang itu, tidak, saya nyatakan tidak. Dan bahkan saya, untuk kedepan tidak ada terima-terima uang untuk masuk pegawai PDAM,” pungkasnya. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini