Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

KAI Sumut Dorong Transportasi Hemat Energi, Layani 763 Ribu Penumpang dengan BBM Efisien

kai sumut dorong transportasi hemat energi, layani 763 ribu penumpang dengan bbm efisien
Stasiun Siantar sebagai salah satu layanan transportasi kereta api di Sumatera Utara yang mendukung mobilitas masyarakat secara efisien dan ramah lingkungan. (Photo: SN14)

Pematangsiantar, Sinata.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara terus memperkuat perannya sebagai moda transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan. Sepanjang triwulan I tahun 2026, KAI Divre I Sumut mencatat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang efisien dalam melayani mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Berdasarkan data operasional periode Januari hingga Maret 2026, KAI Divre I Sumut telah menyerap sebanyak 1.333.637 liter BBM subsidi untuk melayani 763.694 pelanggan.

Advertisement

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa efisiensi penggunaan BBM pada kereta api memberikan dampak langsung terhadap keterjangkauan biaya perjalanan masyarakat.

“Efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau merupakan hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi BBM yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan dapat diandalkan. Dengan daya angkut yang besar, kereta api menjadi transportasi yang efisien sehingga subsidi dari pemerintah dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Baca Juga  WFH ASN Setiap Jumat Diterapkan Pemerintah untuk Hemat Energi

Dari data penggunaan BBM dan jumlah pelanggan yang dilayani, rata-rata setiap pelanggan hanya menghabiskan sekitar dua liter BBM untuk satu kali perjalanan. Dengan jumlah tersebut, pelanggan dapat menempuh perjalanan jarak jauh seperti dari Medan menuju Pematangsiantar, Tanjungbalai, hingga Rantauprapat (PP), termasuk layanan KA Datuk Belambangan relasi Stasiun Tebing Tinggi–Stasiun Lalang (PP).

Penggunaan BBM tersebut mencakup operasional lokomotif sebagai penggerak rangkaian serta mesin pembangkit yang menyuplai kebutuhan listrik untuk penerangan, penyejuk udara (AC), dan fasilitas pengisian daya bagi pelanggan selama perjalanan.

Sebagai bentuk inovasi energi, Anwar mengungkapkan bahwa seluruh mesin diesel, baik lokomotif maupun pembangkit yang beroperasi di Divre I Sumut, kini telah menggunakan BBM jenis Biosolar B40.

Baca Juga  Netizen Soroti Pungli Pengambilan Kendaraan Barang Bukti Kecelakaan

“Seluruh mesin diesel di Divre I Sumatera Utara telah menggunakan Biosolar B40, yakni campuran 60 persen solar dan 40 persen biodiesel. Bahan bakar ini memiliki kelebihan dalam meningkatkan kinerja mesin dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah, sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060,” jelasnya.

Anwar menambahkan bahwa Biosolar B40 juga bersifat biodegradable atau mudah terurai oleh mikroorganisme, sehingga dapat meminimalkan dampak polusi pada tanah dan air di sekitar jalur kereta api.

Selain mengelola BBM subsidi, KAI Divre I Sumut juga mencatat penggunaan 151.188 liter BBM nonsubsidi dalam tiga bulan terakhir. Alokasi BBM nonsubsidi ini digunakan secara khusus untuk layanan angkutan barang serta operasional alat kerja dan Mesin Perawatan Jalan Rel (MPJR), guna memastikan standar keselamatan jalur tetap terjaga tanpa membebani kuota subsidi masyarakat.

Baca Juga  Dituding Tak Aktif Mengajar, Guru PPPK di Nias Selatan Akhirnya Buka Suara

Anwar juga menegaskan bahwa penerapan Biosolar B40 merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung transformasi transportasi hijau berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“KAI berkomitmen untuk terus menjadi tulang punggung transportasi di Sumatera Utara yang tidak hanya efisien dan terjangkau, tetapi juga ramah lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya. (SN14)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini