Tapsel, Sinata.id – Pengajian bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) di Desa Sihopur, Selasa (21/4/2026), tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi warga untuk mempercepat pemulihan desa pascabencana.
Wakil Bupati Tapsel, Jafar Syahbuddin Ritonga, menyampaikan bahwa pengajian BKMT memiliki peran penting sebagai pengikat sosial sekaligus penguat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Di sini bukan hanya ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas warga untuk bangkit bersama,” ujarnya di hadapan tokoh agama, aparatur pemerintah, dan masyarakat.
Ia juga menyoroti inisiatif warga Desa Sihopur yang berhasil memperbaiki akses jalan secara swadaya setelah mengalami kerusakan akibat bencana pada November 2025. Menurutnya, dukungan para perantau turut mempercepat pemulihan infrastruktur desa.
“Ini adalah contoh nyata semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Camat Angkola Selatan, Dody Kurniawan, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan pengajian pertama setelah Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus menjadi momentum halal bihalal.
Ia mendorong para kepala desa dan lurah untuk terus menjaga tradisi gotong royong yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan guna memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, UPT Samsat Sipirok juga memberikan sosialisasi terkait kewajiban pajak kendaraan bermotor. Perwakilan UPT Samsat, Ainsuddin, mengingatkan bahwa kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak merupakan salah satu sumber penting pembiayaan pembangunan daerah. Ia juga menyampaikan adanya layanan Samsat Keliling yang beroperasi di Pasar Siais setiap hari Kamis.
Kegiatan pengajian diisi dengan pembacaan selawat, tausiah agama oleh Ustaz Taufik Hasibuan, serta doa bersama. Tokoh masyarakat, Purba Ritonga, menilai majelis taklim tetap relevan sebagai sarana pembinaan umat sekaligus perekat sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ini menegaskan bahwa BKMT tidak hanya berperan dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga sebagai penggerak solidaritas warga dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di tingkat desa. (SN18)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini