Tasikmalaya, Sinata.id – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada akhir Maret 2026.
Peristiwa cuaca ekstrem tersebut memicu berbagai bencana, mulai dari pohon tumbang, banjir, hingga kerusakan rumah dan fasilitas umum.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari berbagai sumber, kejadian berlangsung sejak Jumat (27/3/2026) hingga Sabtu (28/3/2026). Sedikitnya dua unit mobil mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon saat terparkir di kawasan Cihideung.
Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Hanapi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut pohon tumbang tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga menghambat akses jalan dan menyebabkan genangan di sejumlah ruas.
“Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan dua mobil yang terparkir tertimpa pohon. Kerusakan cukup parah terjadi pada bagian kabin dan depan kendaraan,” ujar Hanapi, Minggu (29/3/2026).
Pohon tumbang dilaporkan terjadi di sejumlah titik, di antaranya Jalan Letjen Mashudi, Kawalu, Jalan KH Lukmanul Hakim (Kelurahan Tuguraja), Jalan Saptamarga, hingga wilayah Purbaratu dan Cibeureum.
Selain merusak kendaraan, beberapa pohon juga menimpa jaringan listrik milik PLN hingga menyebabkan tiang listrik roboh. Kondisi ini membuat proses evakuasi di beberapa lokasi menjadi lebih sulit.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD dikerahkan untuk melakukan penanganan. Proses pembersihan dilakukan menggunakan gergaji mesin, namun memerlukan waktu lebih lama karena adanya kabel listrik yang ikut terdampak.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada fasilitas umum, tetapi juga permukiman warga. BPBD mencatat sejumlah rumah mengalami kerusakan, mulai dari atap tersapu angin hingga bangunan ambruk.
Wilayah terdampak meliputi Sadaasih, Sukaasih, Sukanagara, Purbaratu, hingga Kampung Panunggal di Kecamatan Cibeureum.
Selain itu, genangan air juga dilaporkan terjadi di beberapa titik, seperti Jalan Tentara Pelajar. Bahkan, insiden sambaran petir sempat terjadi di kawasan Kahuripan.
Meski menyebabkan kerugian material yang cukup besar, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tasikmalaya, Dudu, menyatakan bahwa tim relawan bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) masih bersiaga di lapangan untuk melakukan penanganan lanjutan.
Di tengah dampak bencana, rencana renovasi Stadion Wiradadaha turut menjadi sorotan publik. Pemerintah daerah menyatakan proses perbaikan stadion sedang berjalan sebagai bagian dari peningkatan fasilitas olahraga.
Namun, sejumlah warga berharap perbaikan tidak hanya terfokus pada stadion, melainkan juga mencakup fasilitas olahraga lain di kawasan Dadaha, seperti GOR Sukapura. Ada pula usulan pembangunan kawasan olahraga terpadu di masa mendatang.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Pasalnya, curah hujan di wilayah Tasikmalaya masih tergolong tinggi.
Warga diminta segera melaporkan kejadian darurat kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini