Jakarta, Sinata.id – Mimpi Tim nasional Republik Ceko untuk kembali tampil di Piala Dunia setelah terakhir kali pada 2006 tetap hidup. Dalam laga semifinal play-off Jalur D Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026, Ceko sukses menyingkirkan Tim nasional Republik Irlandia lewat adu penalti dengan skor 4-3 setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu.
Kemenangan dramatis ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Ceko di kandang menjadi 17 pertandingan.
Jalannya Pertandingan
Irlandia tampil lebih agresif sejak awal. Peluang pertama datang dari Nathan Collins yang hampir mencetak gol, namun bola masih membentur mistar.
Tim tamu kemudian membuka keunggulan lewat penalti yang dieksekusi Troy Parrott setelah Vladimír Darida dinilai melakukan pelanggaran di kotak terlarang.
Tak lama berselang, Irlandia menggandakan keunggulan melalui gol bunuh diri yang melibatkan Vladimír Coufal. Situasi sepak pojok membuat bola mengenai tiang dan tubuh kiper Matěj Kovář sebelum masuk ke gawang.
Ceko berhasil memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum. Patrik Schick mencetak gol dari titik penalti setelah Ladislav Krejčí dijatuhkan di kotak penalti. Skor 1-2 bertahan hingga jeda.
Babak Kedua dan Extra Time
Memasuki babak kedua, Irlandia nyaris menambah gol lewat Jayson Molumby, tetapi kembali digagalkan tiang gawang.
Ceko kemudian mengambil alih permainan dan terus menekan. Hasilnya, Ladislav Krejčí mencetak gol penyeimbang lewat sundulan setelah menerima umpan dari Michal Sadílek.
Skor 2-2 bertahan hingga waktu normal dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan. Namun, kedua tim gagal mencetak gol penentu.
Adu Penalti Penentu
Dalam drama adu penalti, Matěj Kovář tampil sebagai pahlawan setelah menepis tendangan Alan Browne.
Penendang terakhir Ceko, Jan Kliment, sukses menjalankan tugasnya dan memastikan kemenangan 4-3 untuk tuan rumah.
Peluang Lolos ke Piala Dunia
Dengan hasil ini, Republik Ceko akan menghadapi Tim nasional Denmark di final play-off. Satu kemenangan lagi akan membawa mereka kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen selama dua dekade, sejak era Petr Čech dan Tomáš Rosický.









Jadilah yang pertama berkomentar di sini